Batu Belimbing Terbengkalai dan Danau Biru Berbahaya

Tri Wahyuni, CNN Indonesia | Kamis, 25/02/2016 10:15 WIB
Batu Belimbing Terbengkalai dan Danau Biru Berbahaya Danau Biru yang terleak di Jalan Wonosari, Roban, Singkawang Timur. Danau tersebut berada di kawasan bekas penambangan emas. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)
Singkawang, CNN Indonesia -- Singkawang, Kalimantan Barat lebih dikenal sebagai destinasi budaya, ketimbang tujuan plesir. Festival Cap Go Meh dari kebudayaan Tionghoa yang digelar tiap tahun, menjadi magnet bagi para wisatawan untuk datang dan menyaksikan sendiri keunikan budaya di Singkawang.

Namun, di luar keunggulan budayanya, Singkawang ternyata punya tempat-tempat menarik yang bisa dijadikan obyek wisata. Misalnya Batu Belimbing dan Danau Biru.

Batu Belimbing adalah sebuah batu besar yang teronggok di kawasan kaki Gunung Poteng, Nyarungkop, Kecamatan Singkawang Timur. Sekitar 8 kilometer dari pusat Kota Singkawang.


Konon, batu besar berulir seperti belimbing itu merupakan batu meteor yang jatuh ke bumi. Kala itu meteor jatuh dan menabrak Gunung Poteng dan akhirnya teronggok di tempatnya sekarang.

Sementara bentuk batu yang berulir dan warnanya yang separuh hitam diduga disebabkan oleh gesekan batu meteor tersebut dengan atmosfer bumi.

Di sisi lain, ada juga yang mengatakan kalau batu tersebut tumbuh begitu saja. Dari yang dulu ukurannya kecil, sampai sekarang yang ukurannya sangat besar.

Namun, kedua anggapan tersebut belum bisa dipastikan benar atau tidak. Yang pasti, batu tersebut bukan berasal dari muntahan gunung berapi karena Gunung Poteng bukan gunung aktif.
Batu Belimbing yang berada di kawasan kaki Gunung Poteng, Singkawang. Konon, baru tersebut adalah meteor yang jatuh ke bumi. (CNN Indonesia/Tri Wahyuni)

Dulunya Batu Belimbing pernah dibuka sebagai tempat wisata. Terlihat dari sisa sebuah jalan atau jembatan buatan dan beberapa tempat duduk yang sengaja dibuat untuk wisatawan.

Informasi Batu Belimbing sebagai tempat wisata pun sudah menyebar ke mana-mana, terutama di dunia maya.

Tapi semenjak berganti kepemilikan, Batu Belimbing jadi terbaikan. Menurut warga sekitar, sejak dibeli oleh Pemerintah Kota, Batu Belimbing tidak terurus lagi.

"Dulu yang punya ini (Batu Belimbing) jual lahannya ke Pemkot. Sudah lama ini dijual, dari zamannya Pak Awang (Walikota Singkawang) pertama kali menjabat kalau tidak salah. Sampai sekarang seperti ini," kata salah satu warga yang ditemui CNNIndonesia.com, di sekitar lokasi Batu Belimbing, Rabu (24/2).

Kawasan yang masih hijau dan asri di sekitar lokasi memang sangat mendukung untuk dijadikan tempat wisata. Suasana yang tenang dan jauh dari hiruk pikuk kota cocok untuk relaksasi, selain untuk berfoto atau mengamati batu unik itu tentunya.

Sayangnya, hingga saat ini kawasan tersebut dibiarkan begitu saja. Rumput liar terus tumbuh tinggi. Benar-benar seperti kawasan yang tidak dirawat. Padahal ada papan bertuliskan Pemkot Singkawang yang sudah terpasang di sana.

Danau Indah yang Telan Banyak Korban

Selain Batu Belimbing yang terabaikan, ada juga satu lokasi indah yang bisa dijadikan tempat wisata, yaitu Danau Biru. Sayangnya, dari segi keamanan dan kenyamanan kurang mendukung.

Danau Biru terletak di daerah Wonosari, Roban, Singkawang Timur. Jaraknya sekitar 6 kilometer dari pusat kota dan dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi sekitar 20 menit.

Berbeda dengan Batu Belimbing yang pernah jadi obyek wisata yang dikelola masyarakat, Danau Biru tidak memiliki pengelola. Kawasan tersebut tidak dikembangkan oleh Pemerintah Kota maupun pihak swasta. Pemandangannya yang indah, murni menjadi daya tarik pengunjung.

Meski dinamakan danau biru, sebenarnya danau ini cenderung berwarna pirus. Di sekelilingnya tanahnya berwarna putih dengan latar belakang pemandangan pegunungan, yaitu Gunung Poteng.

Sebenarnya, kawasan Danau Biru merupakan area bekas penambangan emas. Sisa penambangan itu kemudian tergenang air yang memiliki warna biru.

Menurut kabar yang beredar, warna biru itu berasal dari kontaminasi bahan kimia yang digunakan saat menambang. Oleh sebab itu, pengunjung dilarang untuk berenang karena terlalu berbahaya.

Selain kontaminasi air yang tidak jelas, Danau Biru juga berbahaya karena sering menelan korban. Pada Januari lalu, seorang pelajar SMP tewas karena terjun ke danau tersebut. Tahun 2013, seorang pelajar lainnya juga pernah tenggelam di danau tersebut.

Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan, Polsek Singkawang Tengah memasang spanduk peringatan di pinggir danau. Spanduk itu bertuliskan imbauan agar pengunjung tidak berusaha mandi atau berenang di danau karena sudah banyak korban meninggal dunia.

Akses menuju Danau Biru terbilang mudah, melalui Jalan Wonosari. Namun, jalannya masuk ke area danau tidak beraspal dan harus melewati Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah terlebih dahulu.

Kini, kawasan tersebut sama terabaikannya dengan Batu Belimbing. Keduanya punya potensi wisata, tapi tidak terawat dan dibiarkan begitu saja. (les/les)