Gastronomi, Gaya Hidup Prancis Lewat Makanan

Apriliana Lloydta Anuraga, CNN Indonesia | Rabu, 16/03/2016 18:04 WIB
Gastronomi, Gaya Hidup Prancis Lewat Makanan Ilustrasi makan malam. (Dok.SplitShire)
Jakarta, CNN Indonesia -- Makan bukan hanya aktivitas mengisi perut di kala lapar atau sebagai penambah energi di pagi hari. Terkadang, makan-makan justru menjadi kegiatan favorit yang sengaja digunakan untuk menghangatkan suasana di antara kerabat.

Ada negara yang sengaja membuat kegiatan tersebut sebagai ritual khasnya, yaitu Prancis. Dikenal dengan sebutan gastronomi, kegiatan tersebut bahkan telah menjadi bagian dari warisan budaya dan identitas mereka. UNESCO pun sejak 2010 telah mengakuinya sebagai salah satu bentuk warisan dunia.

Gastronomi bermanfaat mengeratkan hubungan antarindividu sekaligus memperlihatkan gambaran Prancis di mata dunia sebagai negara pencinta kuliner.


“Itu adalah bagian dari gaya hidup orang Prancis yang tidak akan terpisahkan. Hidangan Prancis adalah identitas masyarakat Prancis itu sendiri. Di situlah mereka berkumpul, mulai dari keluarga dan teman-teman. Mereka mengundang orang-orang lainnya,” tutur Duta Besar Prancis untuk Indonesia dan Timor Leste Corinne Breuzé  saat ditemui di kawasan Thamrin, Jakarta, Selasa (15/3).

Tak berpatok pada suatu waktu, kegiatan gastronomi biasa dilakukan masyarakat Prancis pada berbagai momen penting kehidupan, seperti pernikahan atau ulang tahun. Bahkan, menurut Corinne, momen penting seperti kegiatan kenegaraan pun berpusat pada makanan.

Pada saat gastronomi berlangsung, semua kerabat yang diundang akan berkumpul mengelilingi satu meja dan menghabiskan waktu selama berjam-jam untuk mempraktikkan seni makan yang benar. Mereka akan memulainya dengan merancang menu, kemudian membeli bahan-bahan, dan mencocokkan wine apa yang cocok untuk menu tersebut. Semua dilakukan bersama-sama.

Setelah semua hidangan siap, mereka akan menyajikan makanannya secara bertahap, yakni lima tahap. Dimulai dengan aperitif, kemudian makanan pembuka, lalu ikan atau daging dengan sayuran, dilanjutkan keju dan makanan penutup, baru diakhiri dengan minuman beralkohol.

Tahapan tersebut pun tidak dilakukan secara kontinyu. Pasalnya, dari makanan pertama ke makanan selanjutnya, masyarakat Prancis sengaja mengadakan jeda. Karena, menurut mereka hal seperti itu adalah seni makan yang benar. Sehingga nantinya kesehatan pun tidak akan terganggu oleh kegiatan makan-makan tersebut.

Di jeda tersebutlah mereka melakukan bincang-bincang hangat di antara satu sama lain.

“Satu sesi makan dengan lima tahap itu memakan waktu sampai dua jam,” jelas Corinne (sil/sil)