Flores Timur Siapkan Wisata Selain Semana Santa Larantuka

Megiza, CNN Indonesia | Minggu, 27/03/2016 12:45 WIB
Flores Timur Siapkan Wisata Selain Semana Santa Larantuka Prosesi arak-arakan laut yang menjadi salah satu kegiatan Persisan Anta Tuan (Arak-arakan Mengantar Tuhan) pada Jumat Agung, menjadi ciri khas peringatan Tri Hari Suci Paskah yang ada di Larantuka, Jumat, 25 Maret 2016. (CNN Indonesia/Megiza)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kecamatan Larantuka yang dikenal dengan tradisi adat Lamaholot tiap jelang Tri Hari Suci Paskah, kini sedang bersiap diri untuk menjadi tujuan wisata baru di wilayah Indonesia timur. Gelaran Tour de Flores pun menjadi pemicu kota ini berbenah secepat mungkin.

Bupati Flores Timur Yoseph Lagadoni Herin mengatakan saat ini pihaknya bersama swasta telah melakukan penelitian yang terkait pengembangan atraksi pariwisata di wilayahnya. Target utama mereka adalah mendapatkan spot menyelam terbaru dan terbaik.

"Sedang dilakukan riset bawah laut untuk menemukan titik-titik diving. Banyak atraksi bahari untuk dikembangkan di sini. Hanya saja, butuh proses yang panjang untuk kami akhirnya bisa memulai," kata Yosep saat ditemui CNNIndonesia.com, Kamis (24/3).


Posisi Larantuka dan Flores Timur yang berada di sisi yang bersebelahan dengan spot-spot selam terkenal seperti Labuan Bajo, Maumere, dan Alor, membuat dia yakin masih adanya titik diving yang memukau yang belum terjamah.

"Titik diving itu kan satu rangkaian. Sehingga saya punya keyakinan kalau Labuan Bajo, Maumere dan Alor mempunyai alam laut yang indah, maka di sini pasti juga indah," ujarnya.

Tak hanya itu, dia juga mengklaim bahwa Flores Timur menjadi wilayah yang paling banyak memiliki kapal dengan sistem operasi penangkapan ikan Pole and Line. Yoseph menyebut penangkapan dilakukan dengan sistem yang sangat green economic.

"Green economic karena tidak pakai umpan. Kalau ini bisa dijadikan atraksi wisata, maka akan sangat luar biasa. Meski setiap hari ada penangkapan ikan, tapi puncaknya pada Mei hingga Oktober," ujarnya.
Bupati FLores Timur (FLotim), Yoseph Lagadoni Herin, saat ditemui di kediamannya di Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Kamis (24/3). (CNN Indonesia/Megiza)

Dalam kurun waktu yang sama itu, Yoseph juga menyebut ada banyak tradisi adat yang digelar terkait ritual Lamaholot. Terlebih dengan dijadikannya Larantuka sebagai tempat dimulainya event Tour de Flores pada Mei mendatang.

Karenanya, kini pemerintah Flores Timur sedang menyiapkan kalender wisata tahunan. Harapannya, para calon wisatawan yang akan datang untuk acara Tour de Flores dapat mengetahui tempat mana saja yang bisa dikunjungi selain Larantuka.

"Sebagai tempat start Tour de Flores kami mempunyai kesempatan untuk menunjukkan kepada wisatawan bahwa Flotim layak dikunjungi. Agenda kegiatan tahuan saat ini sedang dibuat, sehingga pada tour de flores mereka suda dapat mengetahu event apa saja yang ada di sini selama satu tahun," kata Yoseph.

(meg/sil)