Banyuwangi Jadi Tolok Ukur Pengembangan Wisata

Lesthia Kertopati | CNN Indonesia
Senin, 11 Apr 2016 11:53 WIB
Dulu, Banyuwangi tidak tercantum dalam ‘peta wisata’ Indonesia, namun kini jadi salah satu destinasi utama selain Bali. Pulau Merah di Banyuwangi kini jadi surga bagi para peselancar mancanegara. (ANTARA FOTO/Budi Chandra Setya)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli menyatakan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam hal pengembangan pariwisata yang terus berkembang pesat.

"Banyuwangi ini menjadi contoh bagaimana daerah yang dulu hanya daerah lewatan, sekarang berubah menjadi daerah tujuan wisata. Pendapatan perkapitanya naik dua kali lipat, angka kemiskinannya turun," ujarnya saat membuka tiga festival di Banyuwangi, akhir pekan lalu.

Ketiga kegiatan tersebut adalah Festival Kuliner yang mengangkat makanan khas sego cawuk, Banyuwangi Art Week, dan Agro Expo di Taman Blambangan, Banyuwangi.

Festival Kuliner kali ini mengangkat menu sarapan khas warga Banyuwangi yang dikenal dengan nama sego cawuk.

Makanan ini biasa disajikan memakai daun pisang, yang isinya terdiri dari nasi yang dicampur kuah parutan kelapa dan serutan jagung muda bakar, dan kuah ikan pindang. Lauk pendampingnya ada pepes ikan laut, telur pindang, tahu cacah, dan semanggi sambal serai.

Di festival ini, tampak ratusan peserta yang berasal dari para penjual sego cawuk, koki hotel, dan restoran serta masyarakat umum berlomba menampilkan sego cawuk yang berselera. Mereka tampak bersemangat saat Menko Rizal mengunjungi peserta festival ini.

"Mari Pak Menteri, cicipi masakan Banyuwangi ini," ujar salah satu peserta.

Selain festival kuliner, di lokasi yang sama juga digelar pameran agro khas Banyuwangi. Bermacam produk unggulan hortikultura berupa buah-buahan asli Banyuwangi dan tanaman pangan, termasuk durian merah, yang juga merupakan buah khas Banyuwangi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan puluhan festival ini digelar sebagai upaya untuk mempromosikan Banyuwangi serta upaya menumbuhkan dunia usaha di daerah itu, termasuk memberikan panggung kepada potensi lokal masyarakat setempat.

"Durian merah yang menjadi ikon buah khas Banyuwangi juga ditampilkan di sini. Banyuwangi terus konsisten menggelar festival yang mengangkat potensi lokal, seperti festival pasar ikan yang akan kami gelar pada 15 Oktober, yang dilanjutkan dengan Petik Laut Muncar. Ini kami festivalkan karena potensi perikanan kami yang tinggi," ujar Anas.

Banyuwangi Festival 2016 menggelar 53 kegiatan yang akan dihelat sepanjang tahun. Tahun ini, kalender wisata tahunan yang sudah digelar sejak 2012 itu menampilkan berbagai potensi Banyuwangi, mulai kekayaan seni dan budaya, kegiatan olahraga dan pariwisata, sampai kearifan lokal melalui sebuah festival yang unik dan kreatif.

Agenda tahunan berskala besar, seperti International Tour de Banyuwangi Ijen (11-14 Mei), Banyuwangi Batik Festival (9 Oktober), Jazz Pantai (27 Agustus), Festival Gandrung Sewu (17 September), dan Banyuwangi Ethno Carnival (12 November). (ANTARA/les)
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER