Berkuda Bukan Cuma Perkara Menunggang Hewan

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Minggu, 08/05/2016 09:00 WIB
Berkuda Bukan Cuma Perkara Menunggang Hewan Ilustrasi. (Thinkstock/Horsemen)
Jakarta, CNN Indonesia -- Untuk sebagian orang, pengalaman menunggang kuda kebanyakan baru dapat terwujud ketika berkunjung ke kebun binatang atau pusat rekreasi.

Namun, tak sedikit pula orang-orang yang mempunyai pengalaman berkuda karena sejak kecil telah mengagumi kecantikan hewan bertubuh besar itu.

Seperti yang diungkapkan oleh Rafiq Hakim Radinal, pemilik Arthayasa Stables di bilangan Depok, Jawa Barat. Dia mengaku menggemari olahraga berkuda sejak dikenalkan oleh orangtuanya saat remaja.


"Saya sudah berkuda sejak usia 11, dikenalkan dengan kuda milik kakek saya. Sempat berhenti ketika saya sekolah di Amerika Serikat dan baru kembali berkuda lagi sejak 1991 hingga kini," kata Rafiq saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, beberapa waktu lalu.

Usai menghabiskan waktu di negeri Paman Sam, Rafiq akhirnya menuangkan kegemaran berkuda dengan membuka sebuah ranch atau peternakan kuda yang dinamainya Arthayasa Stables, di kawasan Limo, Depok. Kuda sport baik untuk pacu ataupun tunggangan, yang dikenal dengan sebutan kuda Equestrian, menjadi favoritnya.

Bertahun-tahun memelihara kuda, Rafiq pun menyadari bahwa bagian penting yang harus ada antara penunggang dan kuda adalah ketertarikan emosi antara keduanya. Menurutnya, menunggang kuda bukan hanya sekadar duduk di punggung sang hewan gagah itu.

Namun perlu terjalin emosi antara penunggang dengan kuda, kepercayaan diri, konsentrasi, hingga tata cara serta sikap yang kemudian membuat berkuda akhirnya bukan hobi sembarangan.

Menurut Rafiq yang juga terdaftar sebagai atlet dan pernah mengikuti serangkaian turnamen Equestrian, memiliki kuda berbeda dengan memelihara hewan lainnya.

Memiliki kuda membutuhkan perhatian lebih telaten, terutama bila kuda tersebut disiapkan untuk Equestrian. Taraf kesejahteraan kuda haruslah dipenuhi guna menghasilkan performa terbaik.

"Pemilik kuda harus memperhatikan makanan kuda, kesehatannya, kebersihan kandangnya, semuanya, karena kuda harus sejahtera. Kalau mau bertanding ya harus dicek kondisinya. Bahkan saya sampai mengetahui obat apa yang cocok untuk kondisi kuda tertentu, suplemen, sampai cara infus ke kuda," katanya.

Belakangan, minat berkuda semakin berkembang. Kondisi ini dapat dilihat dari semakin ramainya klub-klub berkuda. Namun tak seperti hobi lainnya yang dapat dipelajari lebih dalam setelah memiliki media hobi tersebut, berkuda justru menuntut pemahaman lebih dahulu dibanding memiliki atribut. (meg/meg)