Percocet, Obat yang Diduga Menghilangkan Nyawa Prince

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Jumat, 13/05/2016 17:02 WIB
Percocet, Obat yang Diduga Menghilangkan Nyawa Prince Saat diautopsi, ditemukan kandungan Percocet atau obat pereda nyeri dengan kandungan opioid dalam tubuh Prince. (Dok. Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kematian Prince, April lalu, semakin berbalut pertanyaan setelah pihak berwajib mengeluarkan pernyataan resmi bahwa sang penyanyi mengonsumsi obat sebelum meninggal. Obat tersebut adalah pereda nyeri dengan label Percocet.

Percocet adalah label obat dengan kandungan kombinasi dari acetaminophen dan oxycodone.

Melansir laman Drugs, Acetaminophen adalah jenis obat pereda nyeri yang biasa digunakan saat menangani sakit kepala atau cedera lainnya. Acetaminophen juga biasa digunakan sebagai penurun demam, alternatif penggunaan aspirin.


Sedangkan oxycodone adalah jenis senyawa yang dihasilkan dari tanaman opium, atau opioid. Oxycodone biasa digunakan sebagai penghilang nyeri taraf menengah hingga berat. Oxycodone sudah digunakan secara medis sejak 1916.

Kombinasi oxycodone dengan obat lain haruslah dengan anjuran dokter, termasuk konsumsi Percocet. Dalam mengonsumsi obat ini, pasien tidak diperkenankan untuk minum alkohol, obat penenang, atau jenis narkotika lainnya.

Penggunaan Percocet yang harus dalam pengawasan dokter disebabkan karena oxycodone dapat memperlambat, bahkan menghentikan tarikan nafas orang yang mengonsumsinya. Peraturan tentang penggunaan obat ini tergolong ketat.

Dokter dilarang keras memberikan obat jenis ini kepada pasien dengan alergi acetaminophen atau oxycodone. Kontraindikasi lainnya adalah mereka yang memiliki asma atau masalah pernapasan, masalah pada usus, atau yang biasa menggunakan alkohol, obat penenang, dan narkotika.

Percocet ini aman dikonsumsi bila pasien tidak memiliki masalah pernapasan, liver, riwayat penggunaan obat, diare atau masalah pencernaan, ginjal, kelenjar seperti pankreas dan thyroid, serta pernah mengalami luka atau operasi di kepala.

Pengguna Percocet sangat dilarang mengonsumsi dalam jumlah dan waktu melebihi ketentuan dokter. Semua penggunaan Percocet diharuskan diketahui oleh dokter. Hal ini karena efek samping dari Percocet berlebih bisa sangat fatal.

Efek samping dari Percocet secara umum sebenarnya hanya kantuk, sembelit, penglihatan kabur, dan mulut kering. Namun ketika overdosis, gejala efek samping menjadi semakin memburuk.

Overdosis oleh Percocet bisa disebabkan oleh overdosis acetaminophen berupa hilang nafsu makan, mual, muntah, sakit perut, berkeringat, bingung, dan lemah. Gejala dilanjutkan dengan sakit pada perut bagian atas, warna urin menjadi gelap, kulit atau bagian putih mata menjadi kuning.

Bila tak segera disadari, overdosis dapat menimbulkan gejala lebih fatal. Dimulai dari rasa kantuk ekstrim, kulit menjadi dingin dan gelap, otot melemah, pingsan, nadi melemah, denyut nadi melambat, bibir membiru, pernapasan dangkal, tidak bernapas, hingga koma.

Adapun laman resmi CDC mengungkap, di Amerika Serikat pada 2010, terdapat lebih dari 16 ribu kematian yang terjadi karena overdosis dari penggunaan kombinasi senyawa opioid dengan obat lainnya. Meski begitu pada 2013, pihak Badan POM Amerika Serikat justru mencantumkan obat jenis opioid untuk nyeri sedang, alih-alih nyeri berat.

Prince sendiri diperkirakan telah mengonsumsi Percocet sejak lama. Bahkan, staf Prince pernah meminta bantuan pada dr Howard Kornfeld, spesialis kecanduan opioid, satu hari sebelum Prince tutup usia.

Temuan lainnya datang dari mantan pengacara dua saudara tiri Prince, Michael B. Padden. Kepada CNN, dia mengatakan kedua mantan kliennya pernah mengungkap bahwa Prince telah lama kecanduan Percocet. Dia terbiasa mengonsumsi obat pereda nyeri itu sejak puluhan tahun lalu.

“Duane Nelson, saudara tiri Prince pernah curiga bahwa Prince kecanduan Percocet,” terang Padden, yang menambahkan kecurigaan serupa juga diungkapkan saudara tiri lainnya, Lorna Nelson.

Keduanya kini sudah meninggal. Duane tutup usia pada 2013 sementara Lorna mengembuskan napas terakhir di 2006.

Padden menyebut Prince menggunakan Percocet untuk meredakan rasa kaku setelah pertunjukkan. (les)