Alasan Orang Korea Suka Makan Makanan Panas di Musim Panas

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Sabtu, 25/06/2016 17:02 WIB
Alasan Orang Korea Suka Makan Makanan Panas di Musim Panas Samgyetang (Dok. Wikimedia commons/ Isageum/CC BY SA 2.0)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bagi pencinta film Korea, Anda pasti sering melihat adegan di mana sang pemeran laki-laki dan perempuan menyantap nikmatnya semangkuk makanan panas dengan asap yang mengepul.

Namun Anda pasti tak cuma menemukan mereka makan makanan panas saat musim dingin saja. Makanan panas yang mengepul ini juga disantap saat musim panas. Bukankah makanan panas paling enak untuk menghangatkan tubuh saat musim dingin?

Mengutip Munchies, warga Korea Selatan ternyata lebih banyak mengantre di restoran makanan panas dibandingkan dengan gerai es untuk menghalau panas. Mereka lebih memilih semangkuk sup ayam ginseng atau samgyetang untuk menghalau sengatan matahari di musim panas.


"Di Korea, mereka mengatakan 'lawan api dengan api!'," kata Choi Mi hee, pemilik Gangwon Toon Samgyetang di Ilsan, Seoul bagian utara.

"Samgyetang memiliki manfaat di musim panas, karena ketika cuaca panas dan Anda menyantap makanan dingin, perut memang akan terasa dingin. Tapi bagian tubuh lainnya tetap panas. Jadi kita harus menyamakan temperatur tubuh."

Mengikuti logika tersebut, satu dari tiga hari tradisional terpanas di musim panas Korea - chobok, jungbok, dan malbok - warga Korea Selatan pasti langsung berduyun-duyun mengunjungi restoran samgyetang. Mereka mengobinasikan samgyetang dengan liquor ginseng dan sebotol soju.

Di musim panas, banyak orang pasti akan merasa mudah lelah dan kelelahan. "Tapi ketika makan samgyetang, kita bisa mendapatkan stamina kembali," kata Choi.

Ahli makanan Korea sekaligus blogger Joe McPherson pun setuju dengan hal ini. "Banyak orang percaya bahwa makan sup obat akan mengembalikan nutrisi yang hilang bersama keringat selama hari-hari panas di musim panas ini."

Selama hari panas, banyak orang juga menyarankan untuk menikmati berbagai rempah. Daniel Gray, seorang pengusaha restoran sekaligus blogger makanan juga menyarankan untuk menyantao banyak protein dan banyak makanan yang berkalori.

"Ketika Anda bekerja di hari yang panas kemudian menyantap makanan yang sangat bernutrisi, Anda akan merasakan manfaat dan energinya di kemudian hari."

Apa sebenarnya Samgyetang?

Makanan ini pada dasarnya adalah semangkuk sup ayam muda yang dimasak bersama dengan ginseng. Di bagian dalam ayamnya diisi dengan beras ketan. Sebagai pelengkap dan pelezat rasa, samgyetang ditambah dengan bumbu dan rempah yaitu jujube, bawang putih, akar rempah, dan kemiri.

Namun meski menyehatkan, makanan ini termasuk makanan tinggi kalori. Dengan kandungan rata-rata 1000 kalori per mangkok, makanan ini tergolong tak aman untuk Anda yang ingin menjaga lingkar pinggang. (chs)