Lima Fakta Tersembunyi Microwave

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Kamis, 07/07/2016 19:18 WIB
Tak hanya manfaatnya yang membantu banyak orang, khususnya kaum wanita, ternyata microwave juga punya lima cerita fakta menarik. Ilustrasi. (Maximkostenko/Thinkstock)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kehadiran microwave seringkali dianggap sebagai penyelamat kaum ibu rumah tangga di era modern. Hanya cukup memasukkan makanan, memencet tombol, dan dalam hitungan menit makanan hangat dan lezat telah siap dikonsumsi.

Namun, ternyata kotak bersinar infra merah tersebut memiliki beberapa fakta yang tak banyak diketahui orang. Melansir Foodbeast, lima fakta microwave berikut dapat membuat Anda lebih memperhatikan kotak ajaib tersebut.

1. Bermula dari kecelakaan
Perry Spencer adalah seorang ahli dalam membuat tabung radar. Ketika ia tengah bekerja dengan radar aktif, permen yang ada di kantung celananya meleleh. Penasaran, ia mulai berekspermen menggunakna gelombang elektromagnet taraf tinggi dalam sebuah kotak logam hanya untuk menghangatkan burritos.


Ketika sudah terbentuk, Spencer kemudian mulai menguji kotak loga tersebut. Ia memilih popcorn sebagai bahan yang pertama kali digunakan menguji microwave generasi perdana itu. Hasil popcorn sempurna, dan Spencer mencoba kembali dengan telur lalu meledak.

2. Seharga Rp700 juta
Saat ini microwave dapat dimiliki dengan harga di bawah Rp1 juta. Meski begitu, ternyata pada saat percobaan Spencer dilakukan dan mesin makanan itu diberi nama RadaRange, microwave dijual seharga US$5000 atau setara nyaris Rp700 juta saat ini. Sebuah harga yang fantastis untuk kotak logam seberat 317 kilogram.

Microwave juga memiliki kekuatan fantastis. Tercatat, microwave setinggi 1,8 meter sanggup mematangkan sebuah kentang dalam waktu 30 detik.

3. Kanker dan radiasi
Meski memberikan kemudahan hidup, microwave juga memiliki beberapa hal yang mengkhawatirkan penggunanya. Menempatkan makanan berwadah plastik untuk dihangatkan di dalam microwave dikhawatirkan dapat menjadi pemberi senyawa karsinogen penyebab kanker pada makanan.

Dalam publikasi jurnal Environmental Health pada 2011, senyawa Bisphenol A (BPA) pada kemasan plastik dapat menyebabkan kanker.

Namun bila anggapan kanker tersebut datang dari sinar radiasi microwave, maka anggapan tersebut sepenuhnya salah. Sinar gelombang elektromagnetik pada microwave cukup aman bahkan ketika Anda berdiri di depan microwave dan atau saat membuka pintunya.

4. Kandungan nutrisi berubah
Microwave bukan hanya mengubah tekstur makanan membuatnya lebih matang, namun ternyata juga ikut mengubah kandungan nutrisi makanan tesebut. Namun tenang, nutrisi makanan tidak berkurang sama sekali.

Beberapa jenis senyawa nutrisi seperti vitamin dan omega-3 akan cenderung larut dalam air ketika dipanaskan di microwave. Namun, ketika makanan tersebut dipanaskan dengan sedikit air, akan cenderung membuat makanan lebih sehat.

5. Metal
Meski terbuat dari logam, namun unsur tersebut justru tidak dianjurkan untuk masuk ke dalam microwave, terutama bila tipis seperti alumunium foil.

Microwave bekerja dengan menggunakan gelombang elektromagnetik yang menyebar di dalam kotak dalam microwave serta dapat menembus benda apapun, terkecuali logam. Gelombang ini yang diserap dan memanaskan air di dalam makanan sehigga meningkatkan suhu makanan.

Namun ketika ada unsur logam yang kebanyakan mengandung elektron, gelombang radiasi microwave justru membuat elektron lompat ke udara dan ketika kembali lagi ke logam menghasilkan pecikan api.

REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK