Pangeran Harry Jalani Tes HIV

Christine Novita Nababan, CNN Indonesia | Jumat, 15/07/2016 01:25 WIB
Pangeran Harry Jalani Tes HIV Pangeran Harry mendukung pencegahan penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV). Hal itu dibuktikannya dengan datang ke sebuah klinik di London dan merelakan jarinya ditusuk jarum untuk menjalani serangkaian tes, Kamis (14/7). (REUTERS/Toby Melville).
Jakarta, CNN Indonesia --
Pangeran Harry mendukung pencegahan penyebaran Human Immunodeficiency Virus (HIV). Hal itu dibuktikannya dengan datang ke sebuah klinik di London dan merelakan jarinya ditusuk jarum untuk menjalani serangkaian tes.

Aksi putra kedua Lady Diana ini disiarkan langsung lewat sosial media, Facebook untuk memperlihatkan kepada orang-orang di dunia betapa sederhananya proses mengikuti tes HIV.

Kensington Palace memasang link ke video di akun Twitter milik Harry bersama dengan foto serangkaian tes, mulai dari mengambil darah, dan membaca hasil, dimuat dalam rekaman berdurasi kurang dari empat menit.


"Sungguh menakjubkan seberapa cepat tes itu berlangsung," ujar Harry seperti dilansir CNN, Kamis (14/7).

Harry menyelesaikan tes dengan hasil uji negatif untuk HIV. Setelah mendapatkan hasilnya, ia mendorong orang lain untuk berpartisipasi dalam tes tersebut. Ia juga mengajak orang-orang dengan peluang kecil terpapar HIV ikut mengambil bagian dalam tes ini.

"Lebih baik setiap orang mengikuti tes ini dan mendapatkan hasilnya. Mengapa Anda tidak? Apakah Anda seorang pria, wanita, gay, lurus, hitam, putih. Apapun. Mengapa Anda tidak datang dan mendapatkan diri Anda diuji?" imbuh Harry.

Kensington Palace berkicau, "Pangeran Harry telah mengambil tes dan menyiarkannya langsung, karena ia percaya generasinya perlu mengambil kepemimpinan dalam memerangi HIV atau risiko kehilangan orang-orang yang mereka cintai."

Kensington Palace juga menyebutkan, Harry dijadwalkan berangkat ke Durban, Afrika Selatan, pekan depan, untuk menghadiri Konferensi Internasional AIDS ke-21 pada 18-22 Juli 2016 nanti.

Sebagai informasi, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sekitar 36,7 juta orang di dunia hidup dengan HIV pada akhir tahun lalu. Adapun, 17 juta orang di antaranya terus menggunakan terapi antiretroviral.
(bir/bir)