Cerita Pria Jepang Pelahap Makanan Tercepat

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Kamis, 21/07/2016 13:38 WIB
Takeru Kobayashi hanya membutuhkan waktu tiga menit untuk bisa menghabiskan 22 porsi mi instan di ajang Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran, pekan lalu. Ilustrasi mi instan. (onion407/thinkstockphotos)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jika sekilas melihat perawakan Takeru Kobayashi, rasanya tak mungkin mengira pemuda asal Jepang itu bisa melahap banyak makanan. Tubuhnya jangkung dan ramping, semampai bagai model. Ukuran tubuhnya, tinggi 173 centimeter dengan berat badan 58 kilogram.

Tapi, minggu lalu di Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran, Takeru membuat sejarah. Dia menghabiskan 22 porsi mi instan dalam waktu 3 menit saja.

Tak hanya mi instan, sebelumnya Takeru pernah menandaskan 130 taco dalam waktu 10 menit pada 2014, di ajang Gringo Bandito Taco Challenge, Amerika Serikat. Sebanyak 93 hamburger juga sempat dituntaskannya dalam waktu 8 menit dan 62 potong pizza dalam 12 menit.


Di PRJ, dibantu beberapa gelas air mineral, tanpa henti Kobayashi menghabiskan mi instan yang disediakan oleh panitia. Satu piring ia habiskan dalam waktu sekitar 3 detik.

Kobayashi, yang sudah 15 tahun menekuni lomba makan cepat (competitive eating), mengatakan bahwa ia tidak makan sebanyak itu sehari-harinya. Dia juga hanya makan makanan sehat.

"Saya hanya makan banyak untuk lomba," kata Takeru.

Ketertarikannya terlibat dalam ajang lomba makan cepat bermula ketika masih kuliah. Kala itu ia tertarik pada lomba makan nasi kari di salah satu restoran di Jepang.

"Makan 5,1 kilogram nasi kari. Waktu itu rekor di Jepang," katanya.

Ternyata, salah seorang temannya menulis ke sebuah stasiun televisi di Jepang, dan menceritakan kemampuan Takeru. Mereka lalu mengundang Takeru ikut lomba makan yang mereka adakan. Setelah keluar sebagai pemenang, televisi tersebut mengirimnya ke AS untuk ikut lomba makan hotdog.

Ia tertarik menggeluti lomba makan cepat karena pesan orangtuanya semasa kecil, yakni harus makan supaya badan kuat.

Semasa sekolah menengah atas, laki-laki yang sering dipanggil Kobi itu mengaku sering mendapat kiriman makanan dari teman-teman perempuannya.

"Sayang kalau tidak dimakan," ujarnya sambil tertawa.

Air Jadi Elemen Kunci

Kobayashi terbiasa latihan tiga bulan sebelum mengikuti lomba makan cepat.

Latihan makan cepat bagi Kobayashi bukan hanya terkait berapa banyak sanggup dihabiskannya, namun juga porsi air yang dikonsumsi.

Sehari menjelang lomba, ia bisa minum 12 liter air. Banyak minum juga membantunya agar tidak mudah tersedak, yang belum pernah ia alami saat banyak makan.

Meski pun sanggup melahap makanan dalam jumlah besar, bobot Takeru tetap seimbang karena pola hidup sehat yang ia jalankan. Takeru rajin berolahraga untuk menjaga bentuk tubuhnya, seperti lari, kardio dan angkat beban.

Kini ia tengah menyiapkan diri mengikuti lomba tahunan makan taco di AS pada akhir Juli 2016 nanti.

Sementara soal makanan, Takeru mengatakan ada satu jenis yang dia hindari. "Otak sapi," kata pria yang pernah menghabiskan 57 otak sapi dalam 15 menit tersebut.

[Gambas:Youtube] (ANTARA/les)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK