Kuasai 18 Trik agar Disukai Banyak Orang

Rahman Indra, CNN Indonesia | Senin, 29/08/2016 07:17 WIB
Ramah dan murah senyum saja tidak cukup, kuasai 18 keahlian bersosialisasi berikut agar disukai dalam pergaulan. Ilustrasi pertemanan (BlueOlive/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Disukai banyak orang dalam pergaulan bagaimanapun tergantung pada kemampuan mengatur emosi yang baik. Ada yang terlahir memang disukai (berwajah menarik misalnya), tapi ada juga yang mesti berupaya untuk itu.

Dikutip dari laman independent, setidaknya ada 18 skill yang dapat diterapkan dalam pergaulan sehari-hari.


1. Kontak mata. Meski tampak sederhana, kontak mata menjadi salah satu hal penting yang membuat orang lain merasa lebih dihargai, dan ini butuh praktek yang lebih sering.


2. Hindari ponsel. Di era media sosial seperti sekarang, menyimpan ponsel (bahkan untuk waktu pendek) terasa lebih sulit. Inilah tantangannya; simpan ponsel saat berada di tengah obrolan.

3. Panggil seseorang dengan namanya. Pernah merasakan dipanggil seseorang dengan nama, begitu juga rasanya pada orang lain. Mengingat nama seseorang dan selalu memanggilnya dengan nama meski susah, tapi patut dicoba.

4. Senyum. Kekuatan senyum sudah teruji, dan bahkan menjadi bahasa tubuh paling mudah yang membuat orang mudah suka.

5. Jabat tangan erat. Kesan pertama akan suka atau tidaknya seseorang, dapat dilihat dari jabatan tangan pertamanya.

6. Mendengar. Biasakan untuk mendengar lebih banyak, bukannya mendominasi obrolan.

7. Tidak hanya mendengar, tapi memahami. Pendengar aktif butuh empat tahap, yakni mendengar, memahami, menganalisa dan lalu menanggapinya. Untuk sampai di tahap ini, biasakan memberi masukan pada lawan bicara, karena dengan begitu membuat orang lain merasa didengarkan.

8. Memuji. Setiap orang memiliki ego masing-masing dan memuji dengan tulus tak ada salahnya. Misalkan, memuji dalam hal keahlian yang dimiliki orang lain, membuat orang lain merasa
dibutuhkan.

9. Tahu bagaimana menanggapi pujian. Berhenti membalas ucapan terima kasih dengan 'sama-sama' atau 'terima kasih kembali', cobalah lebih kreatif. Misalkan dipuji karena cantik atau tampan, dibalas dengan mengatakan kalau dia juga tak kalah cantik atau tampannya.

10. Jika seseorang disela di tengah percakapan, minta ia untuk menyelesaikan. Setiap orang ingin didengar kisahnya, tapi kadang ada saja kejadian atau distraksi yang menyela obrolan. Jika menghadapi momen ini, minta dia melanjutkan kisahnya sampai selesai. Ini akan membuat dia merasa diapresiasi dan hatinya seketika akan tersentuh.

11. Jangan mengeluh. Berada di tengah orang-orang berpikiran negatif memang melelahkan, oleh karenanya cobalah berbagi energi positif dengan berhenti mengeluh.

12. Bagi cerita menarik. Meskipun, tidak semua orang lahir sebagai pencerita yang baik, tapi ada triknya, misal dengan merangkum 20 cerita menarik di ponsel dan suatu saat akan berguna untuk diceritakan. Ini berguna untuk membuat orang lain tertawa bahagia saat dia bersedih.

13. Tanya pertanyaan spesifik. Sesekali pinggirkan ego sedikit, dan ketika dalam obrolan, cobalah beri pertanyaan spesifik yang memberi ruang lawan bicara menunjukkan keahliannya.

14. Mengakui kekurangan. Jika memang lemah daya ingat mengingat nama seseorang, tidak ada salahnya untuk mengakui kelemahan tersebut. Kadang ingin disukai, bukan berarti harus selalu tampil sempurna.


15. Jangan cepat menilai dan menghakimi seseorang. Seringkali seseorang terjebak dengan menilai seseorang hanya dengan melihat cara berpakaian dan cara bicaranya. Ini sama sekali tidak berakhir baik.

16. Bahasa tubuh. Selain kata-kata, bahasa tubuh juga memegang peran penting; bagaimana menggunakan intonasi saat berbicara dan gerak tubuh saat berkomunikasi.

17. Hindari obolan garing. Meski tak satu hobi, bukan berarti tidak ada obrolan. Yang utama adalah bukan topiknya, tapi bagaimana merasakan emosi yang sama terhadap topik tersebut. Jika sudah demikian, obrolan masih akan terus berlanjut.

18. Buat siapa pun merasa terlibat. Jika berada di dalam grup, buat siapapun yang ada di sekitar merasa terlibat dan bagian dari obrolan, sehingga ia merasa turut diperhatikan. (rah/rah)