Atasi Malnutrisi, Kim Jong Un Minta Warga Makan Daging Anjing
Christina Andhika Setyanti | CNN Indonesia
Jumat, 26 Agu 2016 09:50 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Di masa lalu, Korea Utara mengalami masa-masa di mana penduduknya mengalami malnutrisi. Untuk mengatasinya, pemerintah menyarankan warganya untuk menyantap daging kelinci raksasa.
Negara Kim Jong Un ini memang dikenal sebagai negara dengan selera kuliner yang ekstrem. Namun di awal minggu ini, Kim Jong Un menawarkan solusi atasi malnutrisi yang membuat banyak orang geleng-geleng kepala.
Tak lagi menggunakan daging kelinci raksasa, Kim Jong Un memberikan solusi baru berupa daging anjing. Mengutip The Daily Meal, DPRK Today, stasiun propaganda lokal Korea Utara mengklaim bahwa daging anjing adalah makanan sempurna yang bisa meningkatkan stamina. Daging anjing dianggap sebagai stamina food.
Berdasarkan jaringan berita tersebut, daging anjing dianggap lebih sehat daripada daging babi, bebek, ayam, dan sapi. Daging ini juga diklaim baik untuk usus, lambung, dan ginjal.
Bukan sekadar menyantap dagingnya, untuk meningkatkan rasa daging anjing, mereka juga memberikan trik untuk memasaknya. Anjing harus dipukuli sampai mati sebelum dimasak. Teknik memasak ini tentunya sudah mendapat banyak pertentangan dan publisitas negatif dari masyarakat dan juga aktivis hewan internasional. Namun seperti biasa, Korea Utara seolah menutup rapat telinganya.
Berkebalikan dengan Korea Utara, Korea Selatan justru melakukan yang sebaliknya. Negeri ginseng ini melarang konsumsi daging anjing sama sekali.
(chs)
Tak lagi menggunakan daging kelinci raksasa, Kim Jong Un memberikan solusi baru berupa daging anjing. Mengutip The Daily Meal, DPRK Today, stasiun propaganda lokal Korea Utara mengklaim bahwa daging anjing adalah makanan sempurna yang bisa meningkatkan stamina. Daging anjing dianggap sebagai stamina food.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan sekadar menyantap dagingnya, untuk meningkatkan rasa daging anjing, mereka juga memberikan trik untuk memasaknya. Anjing harus dipukuli sampai mati sebelum dimasak. Teknik memasak ini tentunya sudah mendapat banyak pertentangan dan publisitas negatif dari masyarakat dan juga aktivis hewan internasional. Namun seperti biasa, Korea Utara seolah menutup rapat telinganya.
Berkebalikan dengan Korea Utara, Korea Selatan justru melakukan yang sebaliknya. Negeri ginseng ini melarang konsumsi daging anjing sama sekali.
(chs)