Subuh mengungkapkan, meski Indonesia kini sedang siaga zika, namun diagnosis gelaja dan penyakitnya harus diteliti dengan jelas dan menyeluruh. "Semuanya harus dilihat dari hulu ke hilir. Misalnya, ada yang lapor terkena gejala Zika. Kemudian harus dilihat apakah dia dalam kurun tertentu baru ke luar negeri atau tidak. Kalau iya (ke luar negeri), kapan dan berapa lama, harus jelas."
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sampai saat ini, ia menyatakan bahwa Indonesia masih bersih dari virus Zika. "Tapi, selama ada nyamuk Aedes Aegypti, berarti masih ada kemungkinan virus Zika itu terbawa sampai Indonesia, karena Indonesia adalah daerah endemis DBD," ujar Subuh.
Ia menambahkan bahwa kini status Indonesia berada pada golongan 'country with possible endemic transmition’ (negara yang berpotensi transimi endemik zika) dan bukan 'on going transmition’ (negara terjangkit).
Penyakit Zika sendiri, kata Subuh, adalah penyakit yang jauh lebih ringan jika dibandingkan dengan demam berdarah. "Sampai saat ini belum terdengar ada orang yang meninggal akibat Zika. Ini penyakit ringan," ujarnya.
Saat ini, zika sendiri sudah mulai menyebar sampai ke Singapura. Subuh menjelaskan bahwa sebanyak 85 pasien yang terjangkit Zika, diakuinya tidak ada yang parah. Bahkan, 41 kasus tersebut kini sudah sembuh sempurna.
"Zika adalah penyakit yang bisa disembuhkan sendiri atau self limiting disease."
Meski begitu, ia menyarankan agar masyarakat tetap waspada dengan virus tersebut. Terlebih lagi bagi ibu yang sedang hamil. Pasalnya, jika seorang ibu hamil terjangkit virus Zika, maka ada kemungkinan terjadinya microsefalus atau kondisi lingkaran kepala bayi yang lebih kecil dari ukuran normal akibat otak yang tidak berkembang dengan sempurna.
"Indikasi adanya ini (microsefalus) masih dalam penelitian. Di Brasil memang banyak ditemukan kejadian itu, tapi secara ilmiah, masih belum bisa dibuktikan," ujarnya.
Untuk itu, salah satu pencegahan yang bisa dilakukan masyarakat adalah dengan menghindari gigitan nyamuk, seperti melakukan 3M dan menggunakan losion.
(chs)