Festival Payung, Langkah Pelestarian Pusaka Budaya

Vega Probo, CNN Indonesia | Sabtu, 24/09/2016 17:27 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Payung tradisional di Indonesia nyaris punah karena perajinnya makin sedikit. Untuk itulah digelar Festival Payung sebagai salah satu upaya pelestarian.

Festival Payung kembali digelar di Taman Balekambang, Solo, Jawa Tengah, pada 23-25 September 2016. Kali ini, mengusung tema 'Sky Umbrella, Exploring Indonesia.' (CNN Indonesia/Vega Probo)
Hiasan berbentuk payung di gapura Taman Balekambang ini dibuat oleh para siswa dari 20 sekolah di Solo. Penyelenggaraan festival kali ini melibatkan sekitar 200 sukarelawan. (CNN Indonesia/Vega Probo)
Payung bukan sekadar pelindung dari hujan dan sinar Matahari. Lebih dari itu, payung juga bagian dari upacara kerajaan di Surakarta. Payung adalah bagian seni budaya yang patut dilestarikan. (CNN Indonesia/Vega Probo)
Payung tradisional dari berbagai daerah nyaris punah karena perajinnya makin sedikit. Untuk itulah Heru Mataya menggagas Festival Payung sebagai salah satu upaya pelestarian payung tradisional. (CNN Indonesia/Vega Probo)
Festival Payung tahun ini melibatkan perajin dan seniman dari 20 kota di Indonesia serta enam negara. Selain pameran instalasi payung, juga ada pameran foto, lokakarya serta pertunjukan musik dan tari. (CNN Indonesia/Vega Probo)
Pameran foto menampilkan keelokan payung dari berbagai daerah di Indonesia yang digunakan dalam kegiatan seni budaya, dari tari sampai upacara kerajaan. Juga dipamerkan foto perajin payung. (CNN Indonesia/Vega Probo)
Aneka payung yang dipajang di Festival Payung kali ini dibuat dari beragam material, antara lain kertas, plastik daur ulang, brokat, rajutan. Selain karya perajin, juga ada payung kreasi anak-anak dan ibu-ibu PKK. (CNN Indonesia/Vega Probo)
Berbagai pertunjukan digelar sejak pagi hingga malam. Salah satunya, pertunjukan karawitan oleh kelompok Saraswati Laras dari SDN Sawahan II, Pasarkliwon, Surakarta, yang menyanyikan langgam Jawa. (CNN Indonesia/Vega Probo)
Sama seperti tahun sebelumnya, Festival Payung kali ini juga digelar di Taman Balekambang. Taman ini dibangun, pada 1921, oleh KGPAA Mangkunegara VII untuk kedua putrinya, Partini Tuin dan Partinah Bosch. (CNN Indonesia/Vega Probo)
Payung rajut, salah satu primadona Festival Payung 2016. Selain dipamerkan payung rajut 'raksasa' dengan diameter sekitar dua meter, juga tersedia miniatur payung rajut seukuran telapak tangan. (CNN Indonesia/Vega Probo)
Berbagai instalasi seni payung dibuat meriah dengan warna-warni menarik, sehingga para pengunjung pun tertarik untuk berfoto, seperti dua bocah ini yang merengek minta difoto oleh orang tuanya. (CNN Indonesia/Vega Probo)
Selain aneka instalasi seni dan gerai payung, juga ada photo booth. Cetak foto hasil bidikan fotografer dari pihak penyelenggara dikenakan biaya Rp25 ribu, sedangan cetak foto dari ponsel pribadi Rp20 ribu. (CNN Indonesia/Vega Probo)