Menpar Arief Puji Gerak Cepat Kemenhub Sulap Labuan Bajo

adv, CNN Indonesia | Selasa, 01/11/2016 14:42 WIB
Menpar Arief Puji Gerak Cepat Kemenhub Sulap Labuan Bajo Foto: adv
Flores, CNN Indonesia -- Menteri Pariwisata Arief Yahya mengacungkan dua jempol soal gebrakan Menhub Budi Karya Sumadi yang akan membuka pelabuhan khusus pariwisata sebagai fasilitas sandar kapal (cruise) dan perahu pesiar (yacht) di Labuan Bajo, NTT.

Pembangunan ini adalah salah satu bentuk dukungan konkret Kemenhub untuk membuka potensi kedatangan yacht, yang ditargetkan menembus 6.000 yachters sampai 2019 mendatang.

“Pak Menhub Budi Karya sangat cepat mengeksekusi banyak bottlenecking! Cara kerjanya sudah seperti swasta saja, cepat, dan berorientasi pada customers. Terima kasih banyak Pak Menhub, itu sangat membuka peluang dan harapan bagi Wisata Bahari ke Labuan Bajo dengan ikon Komodo itu,” ungkap Arief Yahya.


Menhub Budi Karya, saat meninjau Pelabuhan Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, Minggu (30/10) menjelaskan bahwa Labuan Bajo adalan satu di antara 10 top destinasi wisata yang diputuskan oleh Presiden Joko Widodo juga.
Oleh karena itu, kebutuhan pariwisata ini didahulukan, agar dapat mencapai target ekonomi yang telah ditetapkan. “Konsentrasikan Labuan Bajo ini sebagai pelabuhan turis dan penumpang. Tujuannya supaya yacht dan cruise bisa bersandar masuk ke sini,” kata Budi Karya.

Jika fasilitas pelabuhan laut itu sudah direalisasikan, Arief Yahya semakin optimis potensi maritim di Labuan Bajo akan makin tereksplor. Apalagi CNN Travel menempatkan Labuan Bajo sebagai The Best Snorkel Site, nomor dua, setelah Raja Ampat, Sorong.

Inilah yang membuat Menhub Budi semangat mengembangkan wisata yacht dan kapal pesiar yang paling cocok buat wisman. “Jadi wajar dan perlu dibangun berbagai fasilitas pendukung seperti sarana transportasi ke destinasi unggulan dan utama seperti di Labuan Bajo,” katanya.
Nantinya fungsi pelabuhan barang di Labuan Bajo akan dialihkan ke Pelabuhan Maumere, Sikka. Pemisahan itu dilakukan agar tiap pelabuhan memiliki fokusnya tersendiri.

“Pemindahan itu tidak akan mengurangi pendapatan penduduk. Karena turis juga bisa jadi pendapatan penduduk sini. Di sini kerja 10 ribu. Lalu kita buat titik lagi. Jadi akan ada tambahan lapangan kerja. Penduduk sini, bisa saja buat restoran di bukit sana,”ujarnya.

Budi juga berencana membuat satu pelabuhan baru yang berfungsi sebagai pelabuhan pengumpan. Hanya saja, masih dilakukan pengkajian untuk mencari lokasi untuk pelabuhan baru tersebut.

Soal pemindahan ini, Budi mengatakan tidak butuh waktu lama. Budi mengatakan baik pihak swasta dan negeri saling bersinergi.

"Tidak lama. Untuk waktunya mungkin setahun. Saya sudah minta Pelindo untuk urus itu. (Pelni) tidak akan jadi yang ketiga. Sinergi semuanya. Karena ini semua aset negara. Termasuk swasta juga (pelihara) aset negara. Tidak boleh ada yang terpinggirkan," tuturnya.

Rencana Menhub tadi sejalan dengan program Kementerian Pariwisata yang akan mengembangkan wisata dengan pembangunan banyak marina atau dermaga yacht di Tanah Air, termasuk Labuan Bajo.

"Kami jadi makin optimistis menangkap potensi pasar 6.000 yacht. Kalau sudah disupport Kemenhub, mimpi meraup devisa Rp6 Triliun dengan asumsi setiap yacht dapat menghabiskan Rp 1 Miliar setiap kali datang, sangat mungkin bisa diraih." kata Deputi Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana.

Saat ini birokrasi dan perijinan yang selama ini menghambat masuknya yacht dan kapal pesiar ke Indonesia sudah dipangkas. Sekarang, yachter-yachter dunia langsung disambut dengan pengurusan dokumentasi yang tidak ribet. CAIT untuk izin masuk yacht ke perairan Indonesia bisa diakses dengan mengisi formulir di laman yachter-indonesia.

Deregulasi lain yang sudah dilakukan adalah Cabotage Cruise, atau kapal pesiar asing, yang boleh menaik-turunkan penumpang di sejumlah pelabuhan di Indonesia.

“Nah, di sini diharapkan bisa meningkatkan jumlah cruise berbendera asing yang datang ke Indonesia, dari 400 cruise 2014, menjadi 1.000 cruise di 2019, dan meraup devisa USD 300 juta,” kata Pitana. (odh)