Keringat yang bercampur dan melekat di kulit tentu membuat tak nyaman untuk dibawa tidur. Terlebih ketika aktivitas bercinta dilakukan dengan sangat intens.
Namun, menurut para ahli, jika Anda ingin menjaga bagian kewanitaan agar tetap dalam kesehatan yang prima setelah bercinta, maka sebaiknya Anda menghindari penggunaan sabun dan memerhatikan dua hal lainnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ketika jaringan vagina dilumasi, membengkak, dan tergesek selama hubungan seksual, maka jaringan yang ada di sekitarnya pun bereaksi. Artinya risiko infeksi pun lebih besar," kata Page, seperti dikutip Independent.
Karenanya, dia pun menyarankan agar kaum wanita memerhatikan tiga hal yang harus dihindari setelah melakukan hubungan seksual yang bergairah. Ketiga hal tersebut di antaranya:
1. Penyabunan
Jika Anda merasa perlu untuk menyegarkan tubuh usai bercinta, pastikan Anda tidak menggunnakan sabun. Meski menggunakan sabun terdengar seperti cara yang baik, namun penyabunan pada bagian kewanitaan ternyata malah rentan menimbulkan berbahaya, daripada sisi baiknya. Tidak hanya dapat memicu reaksi alergi pada kulit karena bahan kimia dalam pembersih, namun penggunaan sabun dapat menyebabkan iritasi dan kekeringan pada vagina.
2. Lupa buang air kecil
Pada saat intercourse, peneliti menemukan adanya kesempatan untuk bakteri masuk ke dalam kandung kemih. Karenanya, sebelum Anda menikmati tidur dalam pelukan pasangan, sebaiknya kosongkan dulu kandung kemih Anda satu jam setelah bercinta.
3. Berendam air panas
Berendam dalam gelembung sabun mungkin terdengar seperti aktivitas pasca-bercinta yang sempurna. Tapi ternyata hal itu sangat buruk untuk bagian kewanitaan Anda. Melompat di bak mandi air panas dengan pasangan Anda, sama dengan membiarkan kulit Anda terkena bakteri yang dibawa oleh kulit dan anus pasangan.
Selain itu paparan air yang sangat banyak di tubuh dapat menghalangi efisiensi antimikroba yang ada pada kulit. "Saat vulva mengembang karena Anda mendapatkan rangsangan seksual, maka saat itu juga Anda membuka kesempatan lebih besar untuk terkena infeksi," kata Page.
(meg)