Kampanye Wilayah Utara Australia Dinilai Vulgar

CNN Indonesia | Kamis, 17/11/2016 10:56 WIB
Berlatar Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta, dalam poster iklan itu tulisan ‘CU’ dan ‘NT’ diperbesar dan memberi arti yang vulgar. Pemandangan di Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta. (REUTERS/Phil Noble)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jika kesukseskan sebuah kampanye iklan dihitung dari banyaknya orang yang tercengang melihatnya, maka kampanye pariwisata kawasan Wilayah Utara (Northern Territory/NT) di Australia mungkin akan memenangkan penghargaan.

Kawasan yang berada di utara bagian tengah Negara Kanguru ini memang telah lama memiliki kampanye iklan pariwisata yang mengejutkan. Pada 2006, mereka membuat video yang berjudul ‘Where the Bloody Hell Are You’.

Tapi bisa dibilang, video itu masih cukup aman dibandingkan kampanye iklan terbaru kawasan yang beribu kota Darwin ini.


Dikutip dari Travel and Leisure pada Rabu (16/11), Badan Pariwisata NT belum lama ini merilis kampanye iklan berjudul ‘CU in the NT’.

Berlatar belakang gundukan bebatuan besar di Taman Nasional Uluru-Kata Tjuta, dalam poster iklan itu tulisan ‘CU’ dan ‘NT’ diperbesar, sehingga kalau tulisan itu digabung akan memberi arti yang sangat vulgar, jauh dari kesan promosi pariwisata.

Tidak berhenti di situ, kampanye iklan itu juga menyisipkan slogan agar para wisatawan “mengunjungi bagian atas (top end) dan merasakan keseruan di bagian bawah (bottom end)”, lagi-lagi kalimat yang mengacu pada kegiatan bercinta.

Banyak netizen di Twitter yang mengungkapkan kekecewaannya terhadap kampanye iklan tersebut.

“Bisakah kita meluangkan waktu sejenak untuk memberikan sambutan kepada tim yang telah membuat kampanye iklan #CUinthe NT?” tulis salah satu netizen, @TheAtcha, yang juga berharap agar pemerintah segera mengganti kampanye iklan tersebut.

Di balik kekonyolan kampanye iklannya, sebenarnya NT menyimpan banyak potensi wisata alam, mulai dari taman nasional, pantai, air terjun sampai mata air panas.

Kondisi alamnya yang masih sangat terjaga juga membuat kawasan berpenduduk 244 ribu jiwa ini dipilih menjadi lokasi syuting film Crocodile Dundee pada 1986.

Jika penasaran untuk berkunjung ke sana, wisatawan yang telah sampai kota besar di Australia bisa langsung menyambung perjalanan dengan mobil, kereta, kapal feri, atau pesawat kecil yang mendarat di Bandara Darwin atau Alice Springs.

(Awita Ekasari Larasati/ard)