Indonesia Hadirkan 'Borobudur' di Vatikan

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Minggu, 20/11/2016 01:41 WIB
Indonesia Hadirkan 'Borobudur' di Vatikan Stupa Candi Borobudur akan hadir di Taman Museum Etnologi Vatikan. (Thinkstock/Platongkoh)
Jakarta, CNN Indonesia -- Gubernur Kota Vatikan Kardinal Giuseppe Bertello bersama Menteri Pariwisata RI Arief Yahya, meresmikan pembukaan proyek Taman Borobudur, di Museum Etnologi Vatikan, pekan ini.

Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Vatikan Sturmius Teofanus Bate mengatakan, acara tersebut dihadiri lebih dari 60 tamu diantaranya, Menteri ESDM Ignasius Jonan, Mantan Menteri Pertahanan RI, Purnomo Yusgiantoro, dan Dubes RI untuk Takhta Suci, Antonius Agus Sriyono.

Dalam sambutannya, Kardinal Bertello menyatakan Vatikan memuji harmoni hubungan antaragama di Indonesia sehingga hubungan Indonesia-Takhta Suci dinilai sangat spesial. Disamping itu melalui pembangunan Taman Indonesia ini diharapkan menjadi sarana dialog budaya antara pihak Gereja Katolik dengan Indonesia.


Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya menekankan arti penting semboyan Bhineka Tunggal Ika sebagai fondasi bagi persatuan bangsa Indonesia. Menurutnya, meskipun Indonesia merupakan negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia, namun Indonesia benar-benar menghargai pentingnya harmoni diantara umat beragama.

Hal ini secara simbolik ditunjukkan antara lain dengan kedekatan lokasi Mesjid Agung Istiqlal dengan Gereja Kathedral di Jakarta.

Acara kemudian dilanjutkan dengan pengguntingan pita merah putih dan diikuti penyerahan secara simbolis stupa Borobudur dari Menteri Pariwisata kepada Kardinal Bertello.

Stupa terbuat dari bahan dasar alumunium yang disesuaikan dengan karakter batu candi. Stupa yang terpasang di Vatikan itu memiliki tinggi 3,6 meter dengan diameter 3,8 meter.

Arief berharap pembangunan Taman Borobudur di Vatikan dapat selesai akhir tahun.

“Museum Etnologi Vatikan setiap tahunnya dikunjungi lebih dari enam juta wisatawan mancanegara. Keberdaan Taman Borobudur diharapkan akan menjadi sarana yang efektif bagi promosi wisata Indonesia,” kata Arief. (ANTARA/les)