Pamelo, Jeruk Raksasa dari Jambi

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Minggu, 20/11/2016 22:25 WIB
Pamelo, Jeruk Raksasa dari Jambi Jeruk pamelo astana dari Jambi merupakan salah satu buah unggulan di Indonesia yang dipamerkan di Festival Buah Nusantara. (Thinkstock/Foxys_forest_manufacture)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia memiliki buah yang sangat beragam. Dari Sabang hingga Merauke punya varietas buah yang berbeda. Kekayaan itu diperlihatkan di acara Festival Buah Nusantara 2016 yang digelar di Parkir Timur Senayan, Jakarta.

Dalam pergelaran festival buah nusantara terbesar itu, pengunjung akan mendapatkan pengalaman dan pengalaman baru bernuansa ‘Pesta Buah’.

Beragam buah khas Indonesia dan buah eksotis akan disuguhkan secara gratis di berbagai booth. Pengunjung dapat mengeksplorasi puluhan jenis buah khas Indonesia, seperti alpukat, mangga, nanas, rambutan, durian, pepaya, manggis, belimbing, pisang, salak, lengkeng, jambu, hingga buah naga.



Salah satu provinsi yang mempertunjukkan varietas buah istimewa adalah Jambi melalui jeruk pamelo astano.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, M Nasrun berharap, lewat festival tersebut jeruk pamelo bisa lebih dikenal secara nasional.

Dia menjelaskan, jeruk pamelo astano adalah varietas buah unggul yang berasal dari Kabupaten Muarojambi. Buah jeruk tersebut mempunyai ukuran raksasa, mencapai seukuran bola basket.

"Ada dua jenis pamelo astano, yakni isinya berwarna merah dan putih, namun kebanyakan petani di Muarojambi membudidayakan yang warna putih karena rasanya lebih manis," kata Nasrun.

Selain memamerkan jeruk pamelo astano, Jambi juga mempertunjukkan nanas yang merupakan produksi unggulan petani dari Desa Tangkit, Muarojambi.

"Selain itu ada juga buah alpukat pusako yang merupakan varietas buah unggulan asli dari Kota Jambi juga ikut dipamerkan," katanya.

Festival Buah Nusantara 2016 yang berlangsung 17-20 November tersebut, dibuka Presiden Joko Widodo. Pameran itu termasuk dalam rangkaian program pembangunan industri buah nusantara atau Revolusi Oranye, yang dicanangkan sejak 17 Mei 2013.

Pameran itu merupakan festival ke-4 yang digelar sejak 2013. Dulu dikenal dengan nama Festival Bunga dan Buah Nusantara (FBBN). Tahun ini, Festival Buah Nusantara melibatkan 19 provinsi dan 82 kabupaten/kota, dan dikunjungi 15 ribu pengunjung, termasuk pengunjung mancanegara dari China, Jepang, Taiwan, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Saudi Arabia, Qatar, Kuwait, Yordania, Australia, Selandia Baru, Eropa dan Amerika. (les)