Tujuh Kesalahan dalam Perencanaan Wisata

CNN Indonesia, CNN Indonesia | Selasa, 29/11/2016 18:08 WIB
Tujuh Kesalahan dalam Perencanaan Wisata Ilustrasi. (Reuters/Albert Gea)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kegiatan berwisata bukan hal yang merepotkan, jika sudah direncanakan dengan baik dari jauh hari. Namun, ada baiknya untuk merencanakan hal yang realistis, agar perjalanan wisata tak berubah menjadi perjalanan bisnis yang kaku.

Berikut ini beberapa cara mengatur perjalanan wisata yang baik, seperti yang dikutip dari 1000traveltips.com pada Selasa (29/11):

1. Terlalu banyak rencana


Saat berkunjung ke tujuan wisata, pastinya ada banyak tempat dan kegiatan yang ingin dilakukan.

Tapi, ada baiknya untuk menyesuaikan waktu dengan kondisi, agar tak terburu-buru saat sedang menikmati suasana.

Pahami juga kondisi sekitar, karena banyak tujuan wisata yang justru kurang aman dikunjungi hingga malam hari.

2. Rencana terlalu rinci

Jangan merencanakan rencana perjalanan terlalu rinci, karena jika satu rencana gagal maka suasana berwisata akan penuh kekecewaan.

Dari banyak tulisan perjalanan wisata, hal-hal yang menarik justru ditemui saat tidak direncanakan.

Misalnya saat bertemu pasar kaget atau menikmati kuliner unik di pinggir jalan.

3. Jadi wisatawan pada umumnya

Musim dingin dan musim panas merupakan waktu yang tepat untuk berwisata, bagi wisatawan pada umumnya 

Pengalaman menikmati dua musim itu di tempat baru memang menarik, namun harus diganjar dengan mahalnya harga akomodasi, seperti tiket penerbangan dan tarif menginap.

Dari pendapat beberapa pakar, diketahui kalau musim gugur dan semi malah disebut sebagai waktu terbaik untuk melakukan perjalanan wisata, karena masa tersebut belum begitu populer di kalangan wisatawan.

Di Perancis, saat musim gugur disebut juga yang terbaik, karena saat itu pepohonan berubah warna menjadi kekuningan sehingga sangat cantik untuk direkam dalam foto atau video.

4. Terpaku dengan satu sumber

Di zaman serba canggih seperti sekarang ini, tidak sulit untuk menemukan cara untuk berwisata lebih murah, mulai dari harga tiket sampai tempat tujuan wisata menarik yang bisa didatangi.

Tapi, jangan hanya terpaku dengan satu sumber. Lakukan pencarian sebanyak mungkin untuk mengetahui setiap perbandingannya.

Apalagi saat ini banyak layanan perencanaan perjalanan wisata yang mudah diakses, seperti vlog, blog, Google Travel sampai TripAdvisor.

5. Melupakan kota kecil

Kota besar memang wajib dikunjungi, tapi kota kecil juga jangan dilupakan, karena menyimpan banyak keunikan.

Misalnya, saat pergi ke Malang tidak ada salahnya untuk mampir ke Batu, yang memiliki banyak atraksi wisata seperti Jatim Park, Pemandian Air Panas Cangar sampai Air Terjun Coban Talun.

6. Repot dengan bawaan

Melewati sistem keamanan di bandara memang merupakan hal yang melelahkan, apalagi jika ada barang bawaan penumpang yang dicurigai oleh pihak keamanan.

Jadi, agar tidak banyak menghabiskan waktu untuk berdebat, sebaiknya kemas barang bawaan seringkas mungkin.

Contohnya, jika membawa benda cair, kemas dalam wadah yang mudah terlihat.

7. Boros

Saat membuat anggaran perjalanan wisata, lebihkan anggaran sebesar 25 persen untuk dana tak terduga, karena akan selalu ada biaya tambahan yang tidak direncanakan, misalnya biaya ATM, internet, pajak, dan tip.

Tapi, tetap disiplin dengan keuangan, agar tidak kehabisan uang sesampainya di rumah.

(Awita Ekasari Larasati/ard)