Berbagai pihak turut hadir dalam pelantikan ini. Di antaranya DeputiKemenpar, Ketua Tim Pokja 10 Top Destinasi -HiramsyahSambudyThaib, KetuaPHRI -HaryadiSukamdani, KetuaASITA -Asnawi Bahar, Ketua Tim Percepatan Wisata Halal -RiyantoSofyan, Ketua Tim PercepatanEcotourism -DavidMakes, Pemilik HotelRhadana Kuta Bali -RainierDaulay, dan sejumlah pengurus industri dan asosiasi yang bergerak di sektor pariwisata.
![]() |
Ketiga pelantikan tersebut memiliki pesan utama yang sama, yakni menekankan kembali pentingnya menjalankan WIN-Way. Tujuannya agar tercipta kekompakan dan bisa bersatu padu. Oleh karena itu, harus menciptakan common enemy atau musuh bersama. “Kita sudah tetapkan, common enemy kita bersama. Musuhemosionalnya, Malaysia. Musuh profesional kita Thailand. Kalahkan mereka hingga betul-betul capaian kita mengalahkan mereka. Wisman Malaysia sudah di angka 25 juta, sedang Thailand 30 juta. Devisa kita setengah dari Malaysia dan seperempat Thailand. Seorang pemimpin tidak akan lelah sebelumtargetnya tercapai,”ucapnya.
![]() |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Promosi Kemenpar kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kini ymenggunakan konsep 3C, Character, Competency, dan Collaboration. Konsep Character menyangkut integritas atau kejujuran. Konsep Competency mengedepankan paham akan persoalan yang akan dihadapi dan tahu bagaimana harus menyelesaikannya. Seperti pelajaran IFA –Imagine, Focus, dan Action di mana Imagine itu punya mimpi besar dan bisa mewujudkan impiannya dalam kenyataan. “Maka, pemimpin yang hebat itu harus berawal dari akhir. Mau di bawa ke mana dan dibuat apa dulu, baru ditemukan cara menuju ke sana,” paparnya.
Konsep Collaboration merupakan gerkaan untuk bekerjasama dengan pihak manapun untuk mencapai tujuan utama Kementerian Pariwisata, yakni menuju target 20 juta wisman di tahun 2019. “Di sinilah perlu Indonesia Incorporation. Spirit bersama untuk Merah Putih, untuk Indonesia, maka harus bisa bersatu,” tegasnya.
WIN-Wa atau Wonderful Indonesia Way telah ditetapkan sebagai budaya kerja di Kemenpar. Bahkan Menpar menyebut WIN-Way sama dengan yang dilakukan IBM dengan IBM-Way, GE-Way ataupun Telkom-Way, sebuah budaya kerja yang diciptakan untuk memenangkan persaingan. “Kalau semuanya solid, speed, smart, dan bisa menjalin kerjasama yang padu dengan academician, business, government, community, dan media. Maka kemenangan itu hanya tinggal menunggu waktu,’’ ucapnya.
Ketua GIPI periode 2016-2021, Didien Junaedy mengaku sepakat dengan tips yang diberikan oleh Menpar. Menurutnya, pemasaran pariwisata, pengembangan destinasi, dan percepatan peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia (SDM) harus dikejar dalam upaya majunya pariwisata Indonesia. “Semuanya ini merupakan program kerja utama GIPI yang harus dicapai, serta fokus pada 10 destinasi prioritas yang ditetapkan pemerintah,” kata Didien.
Didien mengungkapkan bahwa sebagai implentasi dari program tersebut, GIPI akan mengarahkan anggotanya dari kalangan asosiasi pariwisata seperti PHRI dan ASITA agar turut aktif mengembangkan dan menjual 10 destinasi prioritas tersebut, baik itu pembangunan hotel maupun penjualan paket-paket tur.
“Kami juga akan menggelar famtrip ke sejumlah destinasi tersebut yang diikuti semua unsur pentahelix anggota GIPI dengan ouput yang berbeda-beda. Seperti jurnalis akan menulis tentang destinasi tersebut, biro perjalanan akan membuat paket tur, dan pihak perhotelan akan menawarkan ke investor,” papar Didien. (odh/odh)

