Tawaran Bekerja Sambil Berlibur Setahun Penuh di Australia

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Jumat, 09/12/2016 05:35 WIB
Tawaran Bekerja Sambil Berlibur Setahun Penuh di Australia Ilustrasi: pemerintah Australia menawarkan program work and holiday visa untuk warga Indonensia (Unsplash/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Anak muda umumnya masih sangat haus dengan pengetahuan dan pengalaman. Untuk mendapatkan berbagai pengalaman berharga dalam hidup, tak jarang mereka bertualang ke seluruh penjuru kota di Indonesia sampai ke seluruh dunia.

Salah satu bentuk pengalaman hidup adalah lewat bekerja di 'negara orang.' Salah satu negara yang membuka peluang besar bagi warga Indonesia untuk bekerja adalah Australia.

Duta Besar Indonesia untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema mengungkapkan sebagai salah satu program untuk meningkatkan dan mempererat kerjasama antar kedua negara, pemerintah Australia memberikan Work and Holiday Visa (WHV).


"Program yang diluncurkan dalam Pertemuan Tahunan antar Kepala Negara kedua negara pada tanggal 3 September 2009 ini diharapkan akan semakin memperkuat saling pemahaman yang lebih baik antar masyarakat Indonesia dan Australia," ujar Nadjib dalam pernyataan yang diterima CNN Indonesia.com.

Melalui visa ini, anak muda Indonesia bisa mendapatkan berbagai manfaat. Mereka bisa mengenal dan menjelajah Australia, menambah pengalaman, serta mendapatkan penghasilan.

Nadjib mengungkapkan bahwa program WHV ini harus makin dioptimalkan untuk semua warga Indonesia. Di tahun ini, WNI pemegang WHV berjumlah 720 orang. Padahal sebenarnya sejak 2012, kuota WHV sudah ditingkatkan menjadi 1000 orang.

Melalui program WHV ini, pemuda Indonesia bisa berlibur sekaligus bekerja di Australia. Pemegang WHV yang tinggal di ibu kota Australia Selatan umumnya bekerja di sektor perkebunan, hospitality, dan perawat lansia.

Nadjib menambahkan bahwa kebutuhan tenaga kerja khususnya di sektor pertanian dan pariwisata di sejumlah negara bagian Australia membuat pemerintah Australia mempermudah perpanjangan masa bekerja. Masa bekerja ini lebih mudah diperpanjang jika WNI WHV bersedia bekerja di kawasan utara Australia.

Para WNI WHV ini mengaku sangat antusias mengikuti program tersebut. Bagaimana tidak, anak-anak muda tersebut mengaku bisa berlibur dan bekerja di Australia selama satu tahun dan mendapat uang yang cukup banyak. Pekerja ini rata-rata mendapatkan penghasilan sebesar AU$16 sampai AU$18 per jamnnya.

"Saya sekarang sudah menjadi asisten juru masak di sebuah restoran. Saya bekerja lima hari seminggu. Di luar itu, saya manfaatkan untuk bekerja di sektor lain," kata Hakim, pemuda asal Magelang pemegang WHV.

Bukan cuma Hakim yang merasa senang bisa mendapat WHV. Jessica, perempuan asal Jakarta juga mendapat pengalaman bekerja di panti jompo di Australia.

Di sana Jessica harus merawat perempuan jompo keturunan Yunani yang terkena demensia dan tak bisa berbahasa Inggris. Namun pengalaman, kesabaran, dan juga darah Yunani yang juga mengalir dalam tubuhnya membuat tantangan itu bisa diatasi.



(chs)