Oleh karena itu, Riau harus bekerja keras untuk mengejar. Pasalnya, tidak ada kata terlambat untuk sukses. Riau terus menguatkan tekadnya untuk meningkatkan pesona pariwisata. Komitmen ini dibekali beragam potensi destinasi wisata yang masih sangat menjanjikan untuk digali dan dikembangkan menjadi salah sektor unggulan daerah.
“Kami serius. Kami sudah berkali-kali mendengarkan presentasi Pak Menpar Arief Yahya, soal core economy bangsa Indonesia ke depan. Minyak dan gas bumi turun, batubara juga ikut turun. Kelapa sawit pun, tiga andalan utama Riau trennya terus menurun. Maka Pariwisata menjadi poin penting untuk menjemput masa depan,” ujar H Arsyadjuliandi Rachman, Gubernur Riau.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di Teluk Meranti, Sungai Kampar, Kabupaten Palalawan, Riau inilah fenomena Bono bisa menjadi atraksi alam yang memikat. Khususnya bagi wisatawan yang hobi surfing di ombak yang memiliki cirri khas. Nama Gelombang Bono semakin populer ketika banyak peselancar Australia yang sudah menjajal ganasnya ombak di sana.
Dengan semangat tinggi memaksimalkan potensi wisata Riau agar mendunia, beragam inovasi dan kreativitas terus dilakukan. Mulai dari mengemas dan mempromosikan potensi kuliner, pengembangan ekonomi kreatif hingga wisata budaya serta ekowisata yang memiliki daya tarik tersendiri bagi wisatawan.
Langkah konkret tersebut terlihat saat Sabtu (10/12) malam. Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Riau menggelar Festival Makanan Melayu atau lebih dikenal dengan Riau Food Melayu Festival 2016. Food Melayu Festival merupakan salah satu kegiatan promosi wisata kuliner di Riau yang digelar mulai 10 hingga 11 Desember 2016 di Jalan Cut Nyak Dien, Pekanbaru.
Gubernur Riau H Arsyadjuliandi Rachman mengatakan, Riau Melayu Food Festival ini sangat bermanfaat dan juga sejalan dengan program pengembangan wisata oleh Pemerintah Provinsi Riau. Salah satunya wisata kuliner di Riau yang sang sangat beragam dan siap memanjakan para wisatawan yang berkunjung ke Riau. ‘’Ini adalah langkah inovatif dalam mendukung pengembangan potensi pariwisata. Ini juga sebagai rentetan jalan kita menggali demi menggali potensi pariwisata yang ada, termasuk wisata kuliner yang ada di Riau,” ucapnya.