Puluhan Penari Seksi Hadiri Pemakaman Politisi Taiwan
Endro Priherdityo | CNN Indonesia
Jumat, 06 Jan 2017 14:44 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 50 orang penari pole (pole dancer) dengan kostum bikini hitam, meliukkan tubuh seksinya dalam upacara pemakaman politisi asal Taiwan. Aksi panas yang dilakukan di sepanjang jalan menuju tempat pemakaman itu langsung membuat kemacetan lalu lintas dan mengundang keheranan warga yang melihatnya.
Tidak diketahui apakah sang politisi, Tung Hsiang, dapat melihat pertunjukkan itu dari alam baka. Tapi, warga dapat menyaksikan dengan jelas bagaimana centilnya puluhan pole dancer itu saat meliukkan badannya di atas mobil jip berwarna-warni dengan musik yang memekakkan telinga.
Dikutip dari AFP pada Jumat (6/1), dari cuplikan video yang tersiar diketahui kalau iring-iringan itu diikuti oleh 200 unit mobil yang diarahkan menuju pemakaman di kota Chiayi, selatan Taiwan.
Tung, yang meninggal dunia karena sakit di usianya yang ke-76 pada Desember kemarin, disebut sebagai sosok yang berpengaruh di Chiayi, karena ia aktif berpolitik dalam beberapa dekade.
Keluarga Tung mengatakan kalau almarhum merupakan sosok yang suka bersenang-senang dan berkepribadian flamboyan, sehingga mereka ingin menggelar upacara pemakaman seheboh ini untuk mengenangnya.
“Dua hari sebelum meninggal, ia juga mengatakan kepada kami, kalau upacara pemakaman seperti ini sudah menjadi impiannya,” kata sang adik laki-laki, Tung Mao-hsiung, seperti yang dikutip dari CTS.
Pemakaman heboh bukan menjadi hal baru di Taiwan. Keberadaan penari seksi tak hanya bisa ditampilkan dalam upacara pemakaman, namun juga di upacara keagamaan lainnya, dengan maksud menggabungkan unsur spiritual dan keduniawian. (ard)
Tidak diketahui apakah sang politisi, Tung Hsiang, dapat melihat pertunjukkan itu dari alam baka. Tapi, warga dapat menyaksikan dengan jelas bagaimana centilnya puluhan pole dancer itu saat meliukkan badannya di atas mobil jip berwarna-warni dengan musik yang memekakkan telinga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Keluarga Tung mengatakan kalau almarhum merupakan sosok yang suka bersenang-senang dan berkepribadian flamboyan, sehingga mereka ingin menggelar upacara pemakaman seheboh ini untuk mengenangnya.
“Dua hari sebelum meninggal, ia juga mengatakan kepada kami, kalau upacara pemakaman seperti ini sudah menjadi impiannya,” kata sang adik laki-laki, Tung Mao-hsiung, seperti yang dikutip dari CTS.
Pemakaman heboh bukan menjadi hal baru di Taiwan. Keberadaan penari seksi tak hanya bisa ditampilkan dalam upacara pemakaman, namun juga di upacara keagamaan lainnya, dengan maksud menggabungkan unsur spiritual dan keduniawian. (ard)