Maskapai Amerika Serikat Beri Layanan Wi-Fi Gratis
Endro Priherdityo | CNN Indonesia
Jumat, 13 Jan 2017 11:35 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Penerbangan jarak jauh, apalagi yang berlangsung selama belasan jam memang sangat membosankan. Menyediakan fasilitas Wi-Fi menjadi jalan keluar yang dilakukan maskapai penerbangan sejak 2004.
Dan saat ini, JetBlue menjadi maskapai penerbangan pertama yang menyediakan fasilitas Wi-Fi tanpa biaya dalam seluruh penerbangannya.
Dikutip dari Travel and Leisure pada Kamis (12/1), maskapai yang berbasis di Amerika Serikat itu menamakan fasilitasnya ‘Fly-Fi’.
Penumpang penerbangan tak perlu lagi repot mencari Wi-Fi dari sebelum naik sampai turun pesawat.
Aksesnya pun tak dibatasi. Penumpang bisa bebas menelusuri dunia maya, menonton video streaming sampai menggunakan aplikasi pesan.
JetBlue mulai memberi fasilitas Wi-Fi dalam penerbangannya sejak 2013.
Fasilitas Wi-Fi mulai dikenalkan oleh perusahaan pembuat pesawat terbang, Boeing. Idenya berawal dari membangkitkan kembali industri penerbangan, setelah terjadinya serangan teror 9/11.
Walau telah disediakan oleh banyak maskapai penerbangan, termasuk Garuda Indonesia, namun banyak penumpang yang merasa kalau kecepatan Wi-Fi tidak stabil saat digunakan.
Padahal mereka sudah membayar dengan harga yang tidak murah, mulai dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah.
Bahkan Wi-Fi sering tak bisa digunakan saat pesawat melintas di suatu kawasan tertentu.
Penyediaan Wi-Fi dalam penerbangan juga dikhawatirkan akan membuat banyak penumpang menggunakan layanan telepon internet, sehingga menggangu penumpang lain yang ingin beristirahat dan yang lebih buruk, mengganggu sinyal penerbangan.
(ard)
Dan saat ini, JetBlue menjadi maskapai penerbangan pertama yang menyediakan fasilitas Wi-Fi tanpa biaya dalam seluruh penerbangannya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Aksesnya pun tak dibatasi. Penumpang bisa bebas menelusuri dunia maya, menonton video streaming sampai menggunakan aplikasi pesan.
JetBlue mulai memberi fasilitas Wi-Fi dalam penerbangannya sejak 2013.
Fasilitas Wi-Fi mulai dikenalkan oleh perusahaan pembuat pesawat terbang, Boeing. Idenya berawal dari membangkitkan kembali industri penerbangan, setelah terjadinya serangan teror 9/11.
Walau telah disediakan oleh banyak maskapai penerbangan, termasuk Garuda Indonesia, namun banyak penumpang yang merasa kalau kecepatan Wi-Fi tidak stabil saat digunakan.
Padahal mereka sudah membayar dengan harga yang tidak murah, mulai dari ratusan ribu sampai jutaan rupiah.
Bahkan Wi-Fi sering tak bisa digunakan saat pesawat melintas di suatu kawasan tertentu.
Penyediaan Wi-Fi dalam penerbangan juga dikhawatirkan akan membuat banyak penumpang menggunakan layanan telepon internet, sehingga menggangu penumpang lain yang ingin beristirahat dan yang lebih buruk, mengganggu sinyal penerbangan.
(ard)