Kisah 'Asparagus' Peramal Masa Depan

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Kamis, 19/01/2017 07:20 WIB
Kisah 'Asparagus' Peramal Masa Depan Asparagus jadi media ramal seorang perempuan Inggris (Taken/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jemima Packington, perempuan yang berasal dari Bath, Inggris, mengklaim dirinya sebagai asparamancer pertama dan satu-satunya di dunia. Diungkapkannya, bakat uniknya sebagai asparamancer ini membuat dia bisa memprediksi peruntungan dan masa depan dengan menggunakan asparagus.

Packington mengungkapkan bahwa dia mulai belajar membaca masa depan dengan asparagus saat masih berusia delapan tahun. Dia tertarik dengan ramalan setelah melihat neneknya meramal dengan daun teh.

Mengutip Oddity Central, dia pun mencoba untuk memakai tanaman lainnya. Beberapa sayuran yang pernah dicobanya adalah brokoli dan jenis lainnya. Tapi sayang, tak satupun dari sayuran itu yang berhasil membaca masa depan, kecuali asparagus. Dia mengklaim, asparagus punya prediksi yang paling akurat dibanding jenis lainnya.


Packington sadar, kebanyakan orang beranggapan bahwa teknik ramalannya aneh, atau bahkan bodoh. Hanya saja dia mengklaim tingkat kesuksesannya cukup mengagumkan tiap tahunnya.

"Saya adalah orang pertama yang memprediksi Gordon Brown, mantan perdana menteri, akan meninggalkan posisi politiknya jauh sebelum orang lain," kata perempuan 61 tahun ini kepada Telegraph.

"Tahun lalu, prediksi saya 99 persen akurat, dengan empat hal bersamaan terjadi di minggu awal Tahun Baru."

Dia mencontohkan, di tahun 2014 politik di kawasan Timur Tengah akan meningkatkan kewaspadaan internasional. Sedangkan di bulan Januari terjadia badai salju yang membawa masalah untuk Inggris. Semuanya memang terjadi, sama seperti prediksinya soal kehamilan Kate Middleton. Tapi soal yang satu ini, tak ada orang yang terkejut sama sekali saat Kate Middleton hamil.

Sebagai peramal asparagus, Packington tak bisa sembarangan memilih 'alat kerjanya.' Dia akan jadi sangat pemilih ketika mencari asparagus 'masa depannya.' Dia menggunakan asparagus Inggris yang dipanen dari Vale of Evesham atau Worcestershire.



Dalam bekerja, Packington hanya memberi prediksi masa depan bagi orang-orang. Semuanya diberikan secara gratis.

"Setiap pembacaan itu sifatnya pribadi dan saya merasa dihargai ketika ada orang yang datang lagi menemui saya setelah diramal dan mengatakan kalau ramalannya tepat."