Dibandingkan Eropa, Industri Pariwisata Asia Lebih Bergairah

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Rabu, 25/01/2017 08:26 WIB
Dibandingkan Eropa, Industri Pariwisata Asia Lebih Bergairah Jepang menjadi salah satu tujuan wisatawan mancanegara sepanjang 2016. (CNN Indonesia/Rosmiyati Dewi Kandi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebanyak 620 juta wisatawan mengunjungi Eropa pada tahun 2016. Namun, di kawasan Eropa Barat, jumlah wisatawannya malah menurun.

Dilansir dari Skift pada Selasa (24/1), data terbaru dari Badan Wisata PBB (UNWTO) menunjukkan kalau 1,23 miliar orang telah melintasi sejumlah perbatasan dunia sepanjang 2016. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 3,9 persen dari tahun 2015.

Jumlah wisatawan yang melakukan perjalanan wisata ke luar negeri juga meningkat 46 juta orang lebih banyak, dibandingkan pada 2015.


Dari seluruh kawasan Eropa, kawasan yang paling jarang didatangi ialah Eropa Barat, seperti Brussels, Paris, Nice, dan Berlin. Hal tersebut dikarenakan serangan teroris yang terjadi di kawasan tersebut sepanjang 2016.

Di seluruh kawasan Eropa, peningkatan jumlah kunjungan wisatawannya sebanyak 2 persen. Khususnya di Eropa Selatan, peningkatannya sebanyak 1,4 persen. Sementara di Eropa Barat, malah berkurang sebanyak 0,4 persen.

Sebanyak 179,6 juta orang mengunjungi Eropa Barat hingga akhir tahun lalu, padahal dalam periode yang sama pada akhir tahun sebelumnya, jumlah yang berkunjung mencapai 180,3 juta orang.

Kawasan Asia Pasifik boleh berbangga hati, karena peningkatan jumlah wisatawannya naik drastis, sebanyak 302,9 juta orang hingga akhir tahun lalu, atau meningkat sebanyak 8,4 persen dari periode yang sama pada akhir tahun sebelumnya.

Kebanyakan wisatawan memilih untuk berkunjung ke China, Jepang, dan berbagai negara di Asia lainnya.

Mungkin kawasan Eropa Barat harus belajar dari Afrika, yang industri pariwisatanya berhasil bangkit setelah isu virus ebola melanda pada 2014 sampai 2015.

Hingga akhir tahun lalu, jumlah kedatangan wisatawannya sebanyak 58,2 juta orang, atau meningkat sebanyak 8,1 orang dari tahun sebelumnya.

Walau terbilang kecil, namun angka tersebut masih jauh lebih baik, karena selama periode 2014 ke 2015, jumlah kedatangan wisatawannya mengalami penurunan sebanyak 12 persen. (ard)


BACA JUGA