Dilansir dari Skift pada Selasa (24/1), data terbaru dari Badan Wisata PBB (UNWTO) menunjukkan kalau 1,23 miliar orang telah melintasi sejumlah perbatasan dunia sepanjang 2016. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 3,9 persen dari tahun 2015.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di seluruh kawasan Eropa, peningkatan jumlah kunjungan wisatawannya sebanyak 2 persen. Khususnya di Eropa Selatan, peningkatannya sebanyak 1,4 persen. Sementara di Eropa Barat, malah berkurang sebanyak 0,4 persen.
Sebanyak 179,6 juta orang mengunjungi Eropa Barat hingga akhir tahun lalu, padahal dalam periode yang sama pada akhir tahun sebelumnya, jumlah yang berkunjung mencapai 180,3 juta orang.
Kawasan Asia Pasifik boleh berbangga hati, karena peningkatan jumlah wisatawannya naik drastis, sebanyak 302,9 juta orang hingga akhir tahun lalu, atau meningkat sebanyak 8,4 persen dari periode yang sama pada akhir tahun sebelumnya.
Kebanyakan wisatawan memilih untuk berkunjung ke China, Jepang, dan berbagai negara di Asia lainnya.
Mungkin kawasan Eropa Barat harus belajar dari Afrika, yang industri pariwisatanya berhasil bangkit setelah isu virus ebola melanda pada 2014 sampai 2015.
Hingga akhir tahun lalu, jumlah kedatangan wisatawannya sebanyak 58,2 juta orang, atau meningkat sebanyak 8,1 orang dari tahun sebelumnya.
Walau terbilang kecil, namun angka tersebut masih jauh lebih baik, karena selama periode 2014 ke 2015, jumlah kedatangan wisatawannya mengalami penurunan sebanyak 12 persen. (ard)