Sabung ayam, yang kini dilarang di banyak negara, justru kembali menggeliat di Thailand. Pertandingan pada Minggu (29/1) lalu, di Bangkok, membuktikan hal itu.
Bagi para pemilik ayam jantan juara, tahun 2017 yang merupakan tahun Ayam Api dalam kalender China, adalah momen emas.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Saya merasa beruntung. Ayam jantan ini memberi saya reputasi bagus dan saya sangat senang,” kata Virat Patcharaphangkorn, sang pemilik baru ayam juara.
Membeli ayam juara, bagi warga Thailand, pun dianggap keberuntungan
“Ini adalah tahun baik, tahun ayam api. Harga ayam jantan juara pasti melambung tinggi,” kata said Banchej Changyai, 55, penyelenggara kompetisi sabung ayam.
Setiap pertandingan akan mempertemukan dua ayam jantan dalam gelanggang kecil. Pertandingan berlangsung selama 6 ronde dan setiap ronde berlangsung selama 22 menit.
Bagi Narongsak Sealee, 22, sabung ayam adalah jalan hidupnya.
“Ayam jantan saya adalah pembawa keberuntungan. Saya suka sekali sabung ayam,” ujarnya, dikutip Reuters.
Hari itu, Narongsak membawa pulang uang kemenangan sebesar 500 ribu baht atau Rp190 juta, usai bertarung di stadion sabung ayam Thedthai, di Provinsi Samut Prakan.
Sabung ayam haram dilakukan di banyak negara karena termasuk aksi kekerasan pada hewan. Terkadang ayam jantan dipaksa bertarung hingga mati.
Namun di Thiland, sabung ayam hingga mati sudah tidak lagi dilakukan. Ayam jantan yang kabur dari gelanggang saat pertarungan, dianggap kalah.
(les)