Sabung Ayam Kembali Menggeliat di Tahun Ayam Api

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Rabu, 01/02/2017 13:24 WIB
Sabung Ayam Kembali Menggeliat di Tahun Ayam Api Sabung ayam kembali menggeliat di Thailand. Tahun Ayam Api dianggap momen emas bagi para pehobi sabung ayam. (Thinkstock/Nataba)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dua ayam jantan berhadapan satu sama lain. Leher mereka tegak dan sayap lebar terkembang. Sementara ribuan penonton menahan napas, menanti jagoan mereka melancarkan serangan pertama.

Sabung ayam, yang kini dilarang di banyak negara, justru kembali menggeliat di Thailand. Pertandingan pada Minggu (29/1) lalu, di Bangkok, membuktikan hal itu.

Bagi para pemilik ayam jantan juara, tahun 2017 yang merupakan tahun Ayam Api dalam kalender China, adalah momen emas.


Pemilik ayam juara, bisa menjual jagoannya dengan harga tinggi. Di hari Minggu itu, sang ayam juara dibanderol dengan harga 2,5 juta baht atau setara Rp950 juta.

“Saya merasa beruntung. Ayam jantan ini memberi saya reputasi bagus dan saya sangat senang,” kata Virat Patcharaphangkorn, sang pemilik baru ayam juara.

Membeli ayam juara, bagi warga Thailand, pun dianggap keberuntungan

“Ini adalah tahun baik, tahun ayam api. Harga ayam jantan juara pasti melambung tinggi,” kata said Banchej Changyai, 55, penyelenggara kompetisi sabung ayam.

Setiap pertandingan akan mempertemukan dua ayam jantan dalam gelanggang kecil. Pertandingan berlangsung selama 6 ronde dan setiap ronde berlangsung selama 22 menit.

Bagi Narongsak Sealee, 22, sabung ayam adalah jalan hidupnya.

“Ayam jantan saya adalah pembawa keberuntungan. Saya suka sekali sabung ayam,” ujarnya, dikutip Reuters.

Hari itu, Narongsak membawa pulang uang kemenangan sebesar 500 ribu baht atau Rp190 juta, usai bertarung di stadion sabung ayam Thedthai, di Provinsi Samut Prakan.

Sabung ayam haram dilakukan di banyak negara karena termasuk aksi kekerasan pada hewan. Terkadang ayam jantan dipaksa bertarung hingga mati.

Namun di Thiland, sabung ayam hingga mati sudah tidak lagi dilakukan. Ayam jantan yang kabur dari gelanggang saat pertarungan, dianggap kalah.

(les)