Satu Abad Lagi, Pegunungan Alpen Terancam Gersang

Ardita Mustafa, CNN Indonesia | Selasa, 21/02/2017 11:55 WIB
Dalam penelitian yang sama ditemukan fakta bahwa dalam tiga tahun terakhir intensitas salju yang turun di puncaknya sangat rendah. Pegunungan Alpen. (Thinkstock/Urmas83)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pegunungan Alpen yang berdiri di antara delapan negara Eropa selama ini menjadi tujuan wisata ski dan mendaki, karena kecantikan puncaknya yang diselimuti lapisan salju.

Namun, seperti yang dilansir dari Travel and Leisure pada Selasa (21/2), dalam satu abad kedepan, lapisan salju di puncaknya diperkirakan bakal hilang sebanyak 70 persen, menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan asal Swiss.

Dalam penelitian tersebut ditemukan fakta bahwa dalam tiga tahun terakhir intensitas salju yang turun sangat rendah.


Jika Perjanjian Paris yang ditetapkan dalam Konferensi Perubahan Iklim PBB diikuti oleh semua negara, maka lapisan salju di puncak Alpen hanya akan berkurang sebanyak 30 persen pada 2100.

Dan sebaliknya, jika banyak negara yang tak mengikuti aturan tersebut, maka puncak pegunungan setinggi 4.810 meter itu akan gersang.

“Lapisan salju di Alpen memang akan berkurang, namun persentasenya tergantung dari dampak iklim yang dihasilkan,” kata salah satu ilmuwan, Christoph Marty, dalam jurnal penelitian yang berjudul The Cryosphere.

Musim dingin tahun lalu disebut sebagai musim kering ketiga bagi Alpen. Kondisi yang sama terakhir kali terjadi pada 150 tahun yang lalu, seperti yang dikutip dari The Guardian. 

Berkurangnya lapisan salju di puncak Alpen tentu saja akan menjadi kiamat bagi industri pariwisata di Perancis, Italia dan Swiss.

Selama ini, negara-negara tersebut menggantungkan industri pariwisatanya dari wisata salju di sana.

(ard)
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK