Sauna Berpeluang Turunkan Risiko Demensia pada Pria

Endro Priherdityo, CNN Indonesia | Rabu, 22/02/2017 17:55 WIB
Sauna Berpeluang Turunkan Risiko Demensia pada Pria Ilustrasi: Sebuah penelitian selama dua dekade menunjukkan pria yang sering sauna punya risiko demensia lebih rendah. (Thinkstock/Andrea Chu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sauna biasanya hanya dianggap sebagai kegiatan untuk kecantikan. Namun siapa sangka para peneliti menemukan sauna dapat mengurangi risiko demensia pada seseorang.

Melansir Science Daily, para peneliti di University of Eastern Finland, Finlandia, menemukan para pria yang rutin mandi sauna sebanyak empat sampai tujuh kali dalam sepekan dapat mengurangi resiko terserang demensia hingga 66 persen.

Sementara itu, mereka yang hanya melakukan kegiatan sauna dua sampai tiga kali seminggu, memiliki 22 persen lebih rendah terserang demensia.
Demensia merupakan gelaja yang timbul akibat penurunan daya fungsi pada otak. Penyakit ini ditandai dengan gangguan pikir seperti pikun.


Jari Laukkanen, salah seorang profesor yang memimpin penelitian itu menjelaskan, hawa panas dari melakukan sauna dan mandi air panas membuat jantung berdetak lebih cepat.

"Seperti diketahui, jantung dan otak terhubung melalui sirkulasi. Ada sesuatu yang mungkin menghubungkan keseluruhan saat tubuh merasa tenang, orang akan lebih bahagia dan tenang saat mereka melakukan sauna," ujar Laukkanen.

Ia mengatakan, tidak hanya melindungi otak, mandi sauna juga bisa melindungi jantung dan meningkatkan kinerjanya.
Untuk sampai pada kesimpulan itu, peneliti telah menguji pada 2.300 pria sehat berusia 42 sampai 60 tahun. Mereka diteliti dan dipantau kesehatannya selama 20 tahun sejak pertengahan 1980.

Meskipun sauna terbukti mampu mengurangi resiko demensia, faktor lain seperti usia serta kebiasaan minum dan merokok juga mempengaruhi.
Di sisi lain, Rosa Sancho dari Alzheimer Research Inggris mengatakan penelitian ini masih belum bisa membuktikan khasiat sauna karena tidak menyertakan perempuan sebagai peserta uji.

"Karena studi ini tidak melihat kelompok lain, seperti wanita atau mereka yang tidak melakukan sauna, kita tidak tahu bagaimana resiko ini dibandingkan dengan populasi umum atau hal terkait dibelakangnya," ujar Sancho, seperti dilansir Mirror. (SYS)