Mengenal Diet 'MIND' bagi Penyandang Demensia

Lesthia Kertopati, CNN Indonesia | Jumat, 09/12/2016 06:02 WIB
Mengenal Diet 'MIND' bagi Penyandang Demensia Demensia dan alzheimer kini bisa dicegah menggunakan diet MIND atau Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay. (Thinkstock/Sanjagrujic)
Jakarta, CNN Indonesia -- Diet, umumnya mengacu pada pengaturan pola makan guna menurunkan berat badan atau menyehatkan tubuh. Namun diet terbaru yang digagas Rush University Medical Center ditujukan khusus guna menyehatkan pikiran.

Diet bernama MIND itu dianggap bisa menurunkan risiko demensia dan alzheimer.

Melansir laman Live Science, diet MIND merupakan kependekan dari Mediterranean-DASH Intervention for Neurodegenerative Delay. Diet tersebut merupakan gabungan dari dua jenis diet, Mediterranean dan DASH, yang terbukti punya banyak manfaat kesehatan.


Jenis diet tersebut dikembangkan oleh ahli epidemiologi nutrisi Martha Clare Morris, dari Rush University Medical Center. Penelitian itu disponsori oleh Institusi Nasional untuk Penuaan Dini.

“Diet ini bertujuan menurunkan risiko demensia dan alzheimer dengan mengonsumsi makanan bernutrisi tinggi bagi otak,” papar Morris.

Dia melanjutkan, diet Mediterrania fokus pada konsumsi makanan alami, dan membatasi asupan daging merah serta makanan berlemak lain. Sementara DASH atau Dietary Approaches to Stop Hypertension, bertujuan menurunkan risiko tekanan darah tinggi, lewat makanan rendah sodium.

“Diet ini sangat baik bagi mereka yang berisiko terkena demensia karena sangat mudah diikuti, tidak memiliki terlalu banyak pantangan,” kata dia.

Terdapat 10 jenis makanan yang jadi asupan utama dalam diet ini, diantaranya sayuran hijau, buah beri, kacang-kacangan, anggur, gandum utuh, ikan, ayam, minyak zaitun.

Sementara beberapa makanan yang jadi pantangan adalah daging merah, keju, mentega dan margarin, kue dan pastri.

Diet MIND sendiri tidak serta-merta muncul, melainkan telah melalui penelitian selama 10 tahun. Morris meneliti 923 partisipan lansia selama satu dekade. Di akhir penelitian, sebanyak 53 persen partisipan yang mengikuti diet secara teratur, punya risiko alzheimer lebih rendah.

Adapun mereka yang melakukan diet, namun dengan tempo yang lebih jarang, ikut mendapatkan manfaat kesehatan, sebanyak 35 persen.

“Studi juga menemukan, semakin lama partisipan mempraktikkan diet ini, risiko alzheimer semakin rendah,” ujar Morris, yang penelitiannya dipublikasikan di jurnal Alzheimer's & Dementia: The Journal of the Alzheimer's Association.

Dalam studi tersebut, Morris dan timnya juga membandingkan hasil dari masing-masing diet yang dilakukan secara terpisah.

Mereka yang hanya melakukan diet mediterrania, memiliki risiko alzheimer 54 persen lebih rendah dan para partisipan dengan diet DASH, sukses menurunkan risiko demensia hingga 39 persen.

Tapi itu hanya terjadi jika partisipan melakukan diet secara teratur.

“Jika diet dilakukan hanya sekali-sekali, manfaatnya tidak signifikan,” terang Morris.

Adapun, selain bermanfaat menurunkan risiko demensia dan alzheimer, diet MIND juga bisa menurunkan tingkat gula darah, tekanan darah, serta berat badan.

“Mereka yang rajin melakukan diet ini juga punya lemak jahat yang lebih rendah, sehingga bisa terhindar dari penyakit kardiovaskular,” tuturnya.

Morris menyebut, kombinasi dua jenis diet itu punya manfaat kesehatan yang tinggi karena terdiri dari sayuran dan buah, dua jenis makanan yang kini semakin jarang dikonsumsi masyarakat.

“Manusia modern jarang mengonsumsi sayur dan buah, diet mereka kebanyakan makanan siap saji yang tinggi gula dan sodium,” ujarnya.

Selain itu, dia juga menambahkan asupan makanan pada diet DASH punya kandungan potasium and magnesium tinggi.

“Dua jenis mineral esensial itu jarang bisa kita dapatkan lewat makanan,” sebutnya.

Tapi, Morris juga menganjurkan agar para pelaku diet MIND waspada pada jenis ikan dan makanan laut yang diasup.

“Ada ikan yang banyak mengandung racun dan polutan berbahaya seperti merkuri, jadi jenis ikan juga harus jadi perhatian,” kata Morris. (vga)