Diet Tepat Kurangi Kematian Akibat Penyakit Kardiometabolik

Hizkia Darmayana, CNN Indonesia | Kamis, 09/03/2017 10:56 WIB
Peneliti menemukan angka kematian di Amerika akibat penyakit kardiometabolik menurun lebih dari 25 persen karena perilaku diet meningkat di masyarakat. Diet bantu Amerika potong angka kematian akibat penyakit jantung, stroke dan diabetes tipe 2 (Pavlofox/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebuah penelitian baru di Amerika telah mengungkapkan bahwa diet dengan jumlah yang tepat dari makanan tertentu dapat membantu Amerika memotong kematian akibat penyakit jantung, stroke dan diabetes tipe 2 hingga hampir setengahnya.

Penelitian itu juga menemukan bahwa sekitar 45 persen kematian pada 2012 disebabkan oleh konsumsi 10 jenis makanan yang terlalu banyak dan terlalu sedikit.

"Kabar baiknya adalah bahwa sekarang kita mengerti tentang makanan mana yang akan membantu mencegah Amerika dari mati muda dan dari penyakit kardiometabolik," kata Renata Micha, peneliti dari Friedman School of Nutrition Science and Policy di Tufts University, Boston seperti dilansir Reuters.

Hasil penelitian ini memberikan pesan untuk masyarakat dan industri agar bisa mengoptimalkan konsumsi dan produksi makanan yang baik. Seluruh pihak diharap tak hanya berfokus pada menyingkirkan makanan yang buruk.


Seperti dilaporkan dalam Journal of American Medical Association, temuan penelitian itu berasal dari berbagai sumber, termasuk Survei Kesehatan Nasional dan Pengujian Gizi yang dikumpulkan dalam kurun waktu 1999-2002 dan 2009-2012.

Micha dan rekan-rekannya mengidentifikasi 10 komponen makanan yang terkait erat dengan penyakit jantung, stroke dan diabetes tipe 2 seperti natrium, buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, daging merah yang belum diproses, daging olahan, lemak tak jenuh ganda seperti kedelai atau minyak jagung, serta minuman manis.

Berdasarkan catatan harian makanan peserta, para peneliti memperkirakan bahwa ada 318.656 dari 702.308 kematian akibat penyakit jantung, stroke atau diabetes tipe 2 yang terkait dengan orang yang mengkonsumsi terlalu banyak atau terlalu sedikit 10 jenis makanan.

Terlalu banyak mengkonsumsi natrium misalnya, terkait dengan 66.508 kematian. Sedangkan memakan sedikit kacang-kacangan dan biji-bijian terkait dengan 59.374 kematian.

Sementara itu terlalu banyak memakan daging olahan terkait dengan 57.766 kematian, mengkonsumsi terlalu sedikit lemak ikan berhubungan dengan 54.626 kematian, serta terlalu sedikit memakan sayuran terkait dengan 53.410 kematian.

Sementara itu penelitian juga menemukan ada 52.547 kasus kematian yang disebabkan oleh terlalu sedikit memakan buah dan 51.695 kematian yang terkait dengan terlalu banyak meminum minuman manis.

Selama penelitian juga ditemukan bahwa pria lebih mungkin untuk meninggal dibandingkan perempuan karena penyakit kardiometabolik yang berkaitan dengan diet sub-optimal. Sedangkan orang yang berusia muda lebih berisiko daripada orang tua.

Dari segi ras, orang kulit hitam atau Hispanik lebih berisiko dibandingkan kulit putih. Kemudian, orang dengan pendidikan rendah lebih berisiko dibandingkan rekan-rekan mereka yang lebih berpendidikan.

Para peneliti juga menemukan bahwa kematian di Amerika akibat penyakit kardiometabolik menurun lebih dari 25 persen selama dua periode survei tersebut. Dalam kurun waktu itu, perilaku diet dikalangan masyarakat meningkat. Mereka banyak mengkonsumsi lemak tak jenuh ganda, kacang-kacangan dan biji-bijian, buah-buahan namun sedikit mengkonsumsi minuman manis.

"Makan sehat adalah kunci, dan jika kita ingat pada fakta sederhana, bahwa kebanyakan dari kita dapat memiliki hidup sehat dan lebih baik," kata Micha.

Noel Mueller, peneliti dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health di Baltimore, mengatakan bahwa hasil penelitian itu dapat menjadi informasi bagi masyarakat tentang makanan yang bermanfaat dan berbahaya bagi kesehatan.

"Orang-orang harus tahu tidak mudah upaya mengurangi risiko penyakit kardiometabolik. Semua ada tahapannya," kata Mueller. (SYS)