Pahatan Alat Kelamin Pria Jadi 'Rebutan' di Festival Jepang

Rahman Indra, CNN Indonesia | Rabu, 15/03/2017 04:39 WIB
Pahatan Alat Kelamin Pria Jadi 'Rebutan' di Festival Jepang Ribuan orang di Festival Hodare Jepang beramai-ramai berusaha menyentuh 'alat kelamin pria' itu supaya mendapat keberuntungan di masa mendatang. (Foto: REUTERS/Kim Kyung-Hoon)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ribuan orang meramaikan festival penis tahunan yang berlangsung di kota Nagaoka, Jepang, Minggu (12/3).

Mengutip Daily Mail, festival yang dikenal dengan sebutan Hodare itu menjadi satu di antara festival alat kelamin pria yang digelar di Jepang, dan diklaim sebagai yang terbesar dan terbaik.

Festival perayaan akan kesuburan itu berlangsung di hari Minggu ke-dua di Maret setia tahunnya. Para perempuan yang menikah setahun lalu mengenakan busana pengantin tradisional dan menduduki pahatan dari kayu berupa alat kelamin pria, yang diarak di jalanan.


Kebiasaan ini diyakini sebagai upaya untuk membawa kebaikan khususnya akan kesuburan, keberuntungan dan proses kelahiran di masa mendatang.

Salah satu ornamen yang mencolok di festival ini adalah keberadaan pahatan kayu berupa alat kelamin pria yang berukuran raksasa hingga dua meter. Masyarakat Jepang meyakini bahwa mendoakan serta menyentuh pahatan penis raksasa ini akan membawa keberuntungan.

Oleh karenanya, tak heran ribuan orang berkumpul dan tampak berusaha menyentuh pahatan itu sebisa mungkin saat diarak beramai-ramai.

Tak mengherankan karena Hodare sendiri berarti alat kelamin pria. Pahatan dari kayu yang diarak di festival kali ini disebut-sebut yang terbesar pernah ada di Jepang.

Festival serupa juga berlangsung di beberapa kota lainnya, dan ditengarai sudah ada di Jepang sejak 1600-an. Namun baru menanjak popularitasnya dalam beberapa waktu terakhir, dan menjadi salah satu atraksi bagi wisatawan asing.