Kisah Donald Lau, Pria Penulis Pesan di Fortune Cookies

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Rabu, 15/03/2017 10:13 WIB
Kisah Donald Lau, Pria Penulis Pesan di Fortune Cookies Lau menginginkan semua orang yang membaca pesan dalam kue keberuntungannya bisa tersenyum. (ClassicallyPrinted/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Membaca kata-kata mutiara, pesan, dan juga peruntungan adalah bagian paling menyenangkan saat menyantap kue keberuntungan atau fortune cookies.

Tulisan-tulisan di dalam kue dibuat oleh penulis khusus. Donald Lau adalah salah satu penulis fortune cookies terkenal di Amerika.

Donald Lau sudah menulis berbagai pesan dan kata-kata mutiara di dalam kue keberuntungan (fortune cookies) selama 30 tahun. Namun, sebuah kasus khusus membuat penulis ini harus menggantung penanya.


Menurut Time Magazine dikutip dari Huffington Post, dia sudah ingin pensiun dan menemukan seorang penerus. Sampai saat ini dia sudah mendidik penerusnya, James Wong selama selama enam bulan.

"Saya seharusnya menulis 100 kue setahun, tapi saya hanya menulis dua atau tiga kali sebulan pada tahun-tahun terakhir ini," katanya.

Lau sendiri adalah seorang kepala penulis fortune cookies di Wonton Food Inc, sebuah perusahaan mi, pembungkus, dan fortune cookies terbesar di Amerika.

Awalnya, Lau sendiri mendapat pekerjaan sebagai penulis fortune cookies karena dia antara orang lain, bahasa Inggrisnya dianggap yang paling baik.

"Saya rasa ini sudah takdir."

Lau juga menjabat sebagai seorang kepala staf finansial. Setelah tak lagi menulis, Lau akan kembali melanjutkan pekerjaannya di bidang finansial.

Setiap harinya perusahaan tersebut menghasilkan 4 juta fortune cookies per hari. Dan selama 30 tahun terakhir, Lau menulis semua pesan yang diselipkan dalam kue-kuenya.

Ketika kue renyah berbeentuk setengah lingkaran ini dibuka, sebuah lembaran kertas kecil berisi pesan singkat pun muncul. Lewat kemampuannya sebagai seorang yang ahli dengan kata-kata optimis, Lau berharap kalimat yang ditulisnya bisa membuat orang tersenyum.

"Ketika orang makan fortune cookiesnya, saya ingin mereka membuka keberuntungannya, membaca dan mungkin tertawa, kemudian meninggalkan restoran dengan perasaan senang sehingga mereka akan kembali lagi di minggu berikutnya," ucap pria campuran Jepang-Amerika ini.

Di Amerika, sejarah asali munculnya fortune cookies masih jadi misteri. Imigran China dan Jepang masih mengklaim kepemilikan fortune cookies. Melalui buku The Fortune Cookie Chronicles, penulis Jennifer Lee menemukan bahwa kue tersebut lebih mendekat pada budaya Jepang, namun tak dimungkiri kalau asal muasalnya kue ini juga terasosiasi dengan budaya China pasca Perang Dunia II.