Jangan Terlalu Bergantung Pada Suplai ASI Pompaan Bagi Balita

Gloria Safira Taylor, CNN Indonesia | Rabu, 22/03/2017 20:17 WIB
Memompa ASI jadi solusi bagi ibu bekerja agar tetap bisa memberikan ASI eksklusif bagi bayinya. Tetapi, harus diingat komposisi ASI berbeda setiap harinya. Sembarang memberi ASI hasil pompa bisa menyebabkan bayi diare. (Thinkstock/Wavebreakmedia Ltd)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kesibukan ibu modern terkadang membuat mereka kesulitan untuk menyusui ASI langsung. Sebelum berangkat ke kantor, para ibu sering memompa ASI untuk buah hatinya. Pumping atau memerah ASI memang banyak dilakukan oleh perempuan di kota besar lantaran kesibukan sebagai wanita karir. Hal tersebut jauh berbeda dengan zaman dahulu ketika pumping hanya dilakukan oleh ibu yang memiliki bayi prematur.

Namun, dokter sekaligus pendiri Sentra Laktasi Indonesia, Utami Roesli mengatakan, banyak ibu yang keliru saat melakukan pumping. Komposisi dalam ASI akan berbeda setiap harinya sama seperti kebutuhan bayi.

"Menyusui itu penting, ASI merupakan cairan hidup yang tidak pernah tidak berubah. Komposisi ASI hari ini akan berbeda dengan besok yang didasarkan pada kebutuhan bayi dan tumbuh kembangnya,"ujarnya usai diskusi pentingnya Inisiasi Menyusui Dini di MidPlaza, Jakarta Pusat, Rabu (22/3).

Memerah susu juga bukan perkara mudah yang dapat dilakukan oleh seorang ibu. Yang tidak boleh diabaikan adalah menghilangkan rasa sakit sesudah memompa ASI ke dalam botol.


Yang terpenting yang tidak boleh diabaikan adalah esensi dari pemberian ASI langsungini. Sentuhan fisik antara ibu dan anak saat menyusui adalah hal yang begitu penting. Utami mengatakan, mental anak yang bersentuhan fisik dengan ibunya saat menyusui akan lebih terbentuk.

Minimal, Utami mengatakan, bayi harus mendapatkan sentuhan fisik dengan sang ibu selama satu jam usai menyusui.

"Keuntungan kontak dini kulit ibu dan bayi yang sehat dapat mempertahankan kehangatan bayi, mempertahankan detak jantung dan pernafasan lebih stabil. Sang bayi pun jadi lebih jarang menangis dan mendapat banyak limpahan kasih sayang," ujarnya.

Selain itu, Utami mengatakan, kekurangan dari pumping adalah bayi dapat terkena bakteri yang bisa akibatkan diare.