Bayi Perancis Meninggal Usai Konsumsi Suplemen Vitamin D

Filani Olyvia, CNN Indonesia | Kamis, 05/01/2017 11:18 WIB
Bayi Perancis Meninggal Usai Konsumsi Suplemen Vitamin D Ilustrasi suplemen vitamin. (stevepb/Pixabay)
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas kesehatan Perancis baru saja menangguhkan penjualan sebuah label suplemen vitamin D karena seorang bayi berusia 10 hari meninggal setelah mengonsumsi tambahan nutrisi tersebut.

Melansir AFP, Badan Pengawas Obat dan Makanan Perancis (ANSM) mengungkapkan telah melakukan tindakan sebagai langkah pencegahan kasus lebih parah.

Selain itu, lembaga tersebut tengah melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait hubungan kematian bayi karena suplemen vitamin D berlabel Uvesterol D tersebut.


Korban yang masih berusia 10 hari itu meninggal pada 21 Desember 2016 setelah diberikan Uvesterol D sebagai resep untuk kondisi kekurangan asupan vitamin D pada anak-anak.

Uvesterol D sendiri adalah suplemen yang banyak diberikan kepada anak-anak di bawah usia lima tahun di Perancis. Suplemen ini berbentuk cairan dan biasanya diberikan dengan dosis tertentu melalui pipet.

Sebelumya ANSM telah memberikan peringatan tentang pemberian suplemen tersebut, menyusul kasus sakit yang muncul terutama pada bayi lahir prematur dan di bawah usia satu bulan.

Setelah menelan korban, ANSM akan menangguhkan pemasaran Uvesterol D untuk beberapa hari mendatang. Lembaga ini pun meminta kepada orang tua untuk tidak memberikan Uvesterol D terlebih dahulu kepada anak-anak mereka.

Menteri Kesehatan Perancis, Marisol Touraine, mengungkapkan beberapa produk memiliki risiko spesifik tertentu selain dari kandungan vitamin D itu sendiri.

"Saya ingin meyakinkan orang tua yang telah memberikan vitamin D pada anaknya, dari produk apa pun bahwa vitamin tersebut aman," kata Touraine dalam pernyataannya.

Touraine mengatakan kondisi ini hanya muncul pada label Uvesterol D sehingga ia meminta para orang tua mengikuti saran ANSM untuk tidak lagi memberikan produk tersebut kepada anak-anak hingga ada kepastian hasil penyelidikan.

Dalam sebuah surel pada 30 Desember, ANSM mengatakan bahwa sang bayi meninggal di rumah diduga akibat komplikasi jantung dan pernapasan usai diberikan vitamin tersebut. (end/chs)