Jadi Kafe dan Kios, Boks Telepon Merah Inggris Berbenah

Rahman Indra, CNN Indonesia | Selasa, 04/04/2017 13:46 WIB
Jadi Kafe dan Kios, Boks Telepon Merah Inggris Berbenah Demi mempertahankan warisan dan ikon Inggris, boks telpon umum merah klasik itu kini hadir dalam berbagai bentuk dari mulai kafe hingga kios topi. (Foto: Thinkstock/fazon1)
Jakarta, CNN Indonesia -- Boks telepon umum merah telah menjadi ikon buat negara Inggris. Bentuknya yang kotak dengan jendela kaca, atap seperti kubah serta mahkota di bagian atas sangat populer dan menempel di ingatan publik.

Boks telepon rancangan Giles Gilbert Scott itu pertama kali dikenalkan dalam sebuah kompetisi desain pada 1924. Variasi dari desainnya ini kemudian muncul di pelosok negeri Inggris dari jalanan London hingga pedesaan.

Lebih dari 90 tahun kemudian, kini boks telepon itu populer sebagai latar ribuan selfie. Namun siapa yang kini masih menggunakan telepon umum?


Meski tak lagi digunakan generasi milenial, boks telepon umum menjadi budaya pop Inggris dan telah diabadikan oleh beberapa pihak. Sebut saja di antaranya jadi sampul album 'The Rise and Fall of Ziggy Stardust and the Spiders from Mars' milik David Bowie.

Nigel Linge, Profesor of Telecomunications di Universitas Salford dan penulis buku The British Phonebox menilai boks telepon itu sangat estetik. Ia mampu menangkap imajinasi setiap orang.

"Boks itu sangat berbeda, dramatis di jalanan, dan dengan jendela, atap dan warnanya yang mencolok merah," ujarnya seperti dilansir dari CNN, Senin (3/4). 

Kini, boks telepon umum merah itu telah beralih fungsi. Ada yang menjadi kios topi, kafe, dan pustaka mini. 

Adopsi jadi kios
Perusahaan telekom Inggris British Telecom mengenalkan program adopt a kiosk terhadap boks telepon umum merah. Mereka mendorong warga dan pengusaha membeli satu boks telepon umum merah seharga kurang dari US$2 dan memberi mereka kebebasan untuk diapakan. Di antara yang mengambil program ini ada Edward Ottewell dan Steve Beeken, di pinggir kota Brighton.

"Kami pikir kenapa tidak menggunakannya untuk menjual kacamata dan topi," ujar Ottewell. Duo Ottewell dan Beeken ini kemudian membentuk Red Kiosk Company yang berencana mengadopsi 500 boks telepon umum di seluruh Inggris. 

Dari Kafe hingga Kios, Boks Telepon Merah Inggris BerbenahBoks telepon umum menjadi Jake's Coffee Box. (Foto: Dok. Facebook/Jake Coffee Box)
Jadi kafe atau warung kopi
Umar Khalid mentransformasi boks telepon umum di Hampstead Heath menjadi kafe bernama Kape Barako. Khalid mengatakan kiosnya itu telah menjadi tempat favorit pengunjung buat berfoto dan tampil di berbagai media sosial seperti Instagram dan Facebook.

Warung internet
Tepatnya di Ballogie, perbatasan Cairngorms National Park, warga menjadikan bos telepon umum sebagai warung internet terkecil di Skotlandia. Tempat ini juga menjadi oasis karena sulitnya menemukan sinyal telpon 3G dan 4G di sana. Kotak telpon dari 1940-an itu merupakan milik Sarah Parker. Gagasan yang menghubungkan WiFi dari galerinya ke boks telepon juga telah menjadi titik poin bagi warga setempat untuk berkumpul.

Pustaka Mini
Di sebalah selatan London, warga menjadikan boks telepon merah sebagai pustaka mini, bernama Lewisham Micro Library. Pustakawan setempat Susan Bennett mengatakan pustaka itu bisa saja digunakan oleh siapapun dan bertemu orang asing lainnya di tempat yang sama. Meski berada di pinggir jalan, boks telepon berisi buku ini tak dirusak oleh pejalan. "Boks ini baik-baik saja karena orang menginginkannya begitu," ujar Bennett.

Ruang kerja
Lorna Moore mengubah boks telepon umum menjadi Pod Works, ruang kerja bagi pejalan dan turis. Di dalamnya terdapat printer, komputer dan powerbank serta mesin pembuat kopi. Di sini orang dapat mendaftar jadi anggota, dan mendapat kode akses. "Kami ingin mengubah boks ini menjadi bernuansa abad 21," ujar Moore beralasan.

Berubah fungsi
Boks telpon umum tidak berubah dari segi bentuk, tetapi fungsinya mengikuti perkembangan pesat teknologi. British Telecom mengubahnya menjadi kios Links, yang di dalamnya terdapat layar yang menampilkan informasi dan iklan, WiFi serta layanan World Pay Phones. Seiring menjaga bentuk aslinya sebagai warisan bersejarah, boks ini tetap bisa dipakai dalam konsep kekinian.

"Kami ingin menjaga warisan yang kami punya," ujar Ottewell.