"Dua tahun ini APBN-P ditambah, kemudian APBN tahun depan ditambah. Jadi harus selesai September tahun depan. Dengan begitu target 20 juta turis bisa tercapai," ujar Menko Luhut di kompleks Istana Negara, Kamis (6/4/2017).
Luhut sengaja datang ke komplek Istana Negara untuk melaporkan persiapan lima destinasi menjelang Annual Meeting IMF dan World Bank di Bali pada 2018 mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lima destinasi yang sedang dipoles oleh pemerintah adalah Tanah Toraja, Labuan Bajo, Bali, Borobudur dan Danau Toba. Sejumlah fasilitas di masing-masing lokasi itu akan dibenahi. Seperti bandar udara, jalan, hingga terminal yang bisa disinggahi kapal cruise.
Khusus untuk Bali, Menko Luhut menyoroti infrastruktur jalan yang tidak memadai lagi sehingga sering terjadi kemacetan. Perbaikan juga dilakukan di kawasan Candi Borobudur dan Danau Toba. Untuk yang terakhir ini, dia mengusulkan adanya dua kapal pesiar di danau itu. Di samping perbaikan fasilitas hotel.
Menpar Arief Yahya membenarkan soal infrastruktur itu, terutama Bali yang akan menerima hampir 20 orang peserta MICE, IMF Annual Meeting itu. "Underpass di beberapa titik akan memberi optimisme untuk Bali tidak terlalu macet. Karena dalam kondisi normal, Bali itu ada 13,8 ribu orang per hari. Jika ditambah 18 ribu saja, pasti sesak bukan main, macet di mana-mana," ucap Arief Yahya.