Tidore Lestarikan Budaya Lewat Festival Tidore 2017

adv, CNN Indonesia | Jumat, 07/04/2017 20:43 WIB
Tidore Lestarikan Budaya Lewat Festival Tidore 2017
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Pariwisata Arief Yahya meresmikan acara Launching Festival Tidore 2017 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kementerian Pariwisata pada Rabu malam (5/4/2017). Arief Yahya yang mengenakan baju adat Tidore meresmikan acara ini dengan didampingi Sultan Tidore Huseinsyah dan Wali Kota Tidore Ali Ibrahim.

Acara ini juga dihadiri Anggota DPR RI Syaiful Ruray, Anggota DPD RI Basri Salamah, Sultan Tidore H. Husain Syah, Wali kota Tidore Capt. H. Ali Ibrahim, beserta istri Hj. Sulamah Ali Ibrahim. Juga Wakil Wali Kota Tidore Muhammad Senin, Wali Kota Ternate DR. Burhan Abdurahman, Wakil Ketua DPRD Prov Maluku H. Ishak Naser, Wakil Ketua DPRD Prov Maluku Utara Ikram Harris. Wakil Ketua DPRD Prov Maluku Utara Zulkifli Umar, Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan Anas Ali. SE, anggota DPRD DKI Jakarta Hasan Basri, dan perwakilan  Bupati Halmahera Barat.
Tidore Lestarikan Budaya Lewat Festival Tidore 2017
“Kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Menteri Pariwisata yang berkenan membantu kesuksesan acara malam ini. Sekadar informasi bahwa Festival Tidore 2017 juga berketepatan dalam rangka hari jadi Kepulauan Tidore yang ke-909 yang jatuh pada tanggal 12 April 2017,” ungkap Wali Kota Tidore Kepulauan Ali Ibrahim.

Festival Tidore yang tahun ini menginjak usia ke-9 akan diselengarakan pada tanggal 10 hingga 11 April 2017 mendatang. “Culture value Tidore saya yakin sangat tinggi, tetapi belum didukung oleh commercial value-nya sehingga kekayaan budaya itu belum menghasilkan economic value yang kuat. Budaya itu semakin dilestarikan, semakin menyejahterakan,” ujar Arief Yahya.


Tahun ini, Festival Tidore 2017 mengangkat tema “Merawat Tradisi, Mempertegas Jati Diri Bangsa Maritim”. Bagi Masyarakat Tidore, tradisi dan intisari kebudayaan berisi ajaran moral dan etik yang harus dijaga, serta aspek kemaritiman (bahari) adalah bagian dari refleksi akan ketegasan membangun identitas dan jati diri masyarakat Tidore sebagai masyarakat kepulauan.

Ada tiga acara utama yang akan diselenggarakan di festival ini. Pertama Parade Juanga yang berisi kegiatan keliling pulau dengan kapal formasi perang oleh sultan dan bala tentaranya. Kedua, Perjalanan Paji dengan kegiatan keliling pulau di darat dengan formasi perang yang menceritakan revolusi Sultan Nuku. Ketiga, acara Kirab Agung Kesultanan Tidore yang akan disinergikan dengan pembukaan Museum Maritim Dunia di Kedaton Tidore.

Ada juga acara pendukung seperti Prosesi Kota Tupa (ke rumah para Sowohi di Tambula, Folarora, dan Guruabanga di kaki Gunung Kie Matubu), prosesi Tagi Kie (perjalanan ke puncak Gunung Mar’ijan), Rora Ake Dango (upacara menyatukan air dari masing-masing rumah Sowohi RomtohaTomayou), Kota Ake Dango, Siloloa Sultan Tidore. lalu perjalanan Paji Nyili-Nyili (arak-arakan duplikat Paji Nyili-Nyili) serta pameran, karnaval budaya, lomba, pentas seni, dan seminar budaya.

Tidore memiliki potensi wisata yang besar karena dikelilingi oleh laut yang indah. Jadi, pendapatan dari sektor pariwisata bisa lebih besar dari sektor perikanan. Masyarakat bisa menyediakan jasa diving, snorkeling, dan marine sport tourism. “Festival ini juga mempertegas jati diri warga Tidore untuk mewujudkan visi Kota Tidore sebagai kota jasa berbasis argo marine,” jelasnya.