Menjadi Inspirasi, Semangat Kartini Masa Kini

Rahman Indra | CNN Indonesia
Sabtu, 22 Apr 2017 09:15 WIB
Jika dulu Kartini mengawali perjuangannya dengan gagasan, kini semangat yang sama dituangkan perempuan dalam berbagai bidang. Jika dulu Kartini mengawali perjuangannya dengan gagasan, kini semangat yang sama dituangkan perempuan dalam berbagai bidang. (Ilustrasi/HariKartini/Dok/Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lewat bukunya yang kemudian hari diberi judul Habis Gelap Terbitlah Terang, Kartini menuangkan gagasan yang menyentikkan semangat pada kaum perempuan.

"Tahukah engkau semboyanku? Aku mau! Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata "Aku tiada dapat!" melenyapkan rasa berani. Kalimat "Aku mau!" membuat kita mudah mendaki puncak gunung." 

Semangat yang disuntikkan Kartini ini menjadi penting mengingat banyakya penghalang bagi perempuan untuk merealisaskan potensinya dalam mencapai sesuatu atau menjadi pempimpin d bidangnya. Meski secara potensi, perempuan tidak kalah dari laki-laki.


Betti Alisjahbana dalam bukunya Perempuan Pemimpin yang merangkum kisah 10 CEO perempuan mengungkapkan bahwa penghalang bagi perempuan itu kadang justru datang dari dirinya sendiri, misalnya tidak punya cita-cita tinggi, atau merasa takut gagal, atau bahkan merasa tidak mampu.

Hambatan yang lain datang dari luar dirinya, seperti paradigma senior tentang perempuan atau pengaruh sosial budaya tentang perempuan dalam keluarga.

Banyak perempuan sungkan atau malu untuk punya cita-cita. Padahal, kata dia, salah satu kunci keberhasilan untuk mencapai posisi puncak adalah dengan adanya cita-cita dan impian yang membuat langkah lebih terarah, semangat dan energi membuncah untuk bangkit.

Kartini tidak hanya memperjuangkan emansipasi wanita saja, tapi juga hak asasi manusia. -Christine Hakim

Kartini adalah salah satu contoh dari keteguhan menggapai impian itu. Dan sejumlah sosok perempuan memiliki keteguhan yang sama, yang di setiap bidang yang digelutinya terus berjuang mewujudkannya.

Ada yang menjadi pemimpin di perusahaan, membawahi ratusan orang dan mengajak perempuan lain memiilki mimpi yang sama untuk terus maju. Ada juga yang menuangkannya lewat goresan pena dan nada lewat musik, memberi suara pada perempuan lewat film, atau mengembangkan kebaya sebagai kain tradisional yang patut dibanggakan di kancah dunia.

Setiap perempuan yang berdaya mampu menjadi inspirasi untuk bidang yang digelutinya. 

Menjadi Inspirasi 


Menurut data Badan Pusat Statistik, 49,75 persen dari penduduk Indonesia pada 2013 adalah perempuan. Angka ini menunjukkan besarnya potensi perempuan dalam turut menentukan kemajuan Indonesia di berbagai bidang. 

Meski sangat potensial, partisipasi perempuan di posisi kepemimpinan diketahui masih terbatas. Tercatat, baru delapan dari 34 menteri (23,5persen) di Kabinet Kerja Jokowi perempuan. Sementara di DPR, dari 560 anggota DPR RI periode 2014-2019, baru 97 orang di antaranya (17,3 persen) perempuan. Dari 70 BUMN, diketahui dari situs resminya, ada 354 direksi dan hanya 28 orang perempuan. 

Kartini berjuang bukan dengan fisik tapi intelektual, bagaimana ia memiliki pikiran dan gagasan yang sangat maju di zamannya, ditulis ke dalam surat-suratnya yang membawa perubahan besar buat perempuan Indonesia.-Gita Gutawa

Salah satu persoalan yang kerap terjadi pada perempuan adalah ketika ia mesti memutuskan untuk salah satu antara keluarga atau karier. Ada yang memutuskan untuk tidak menikah agar leluasa untuk berkarier, ada juga yang melepas karier dan impiannya untuk menjalankan tugas sebagai ibu dan istri yang baik. Padahal, karier dan keluarga bisa berjalan bersama, dan bahkan tidak mungkin ditambah dengan peran dan kontribusi pada masyarakat luas. 

"Hari Kartini kemudian mengingatkan kita akan pentingnya ide dan gagasan, Kartini menuliskan gagasannya, ada ide, kata-kata dan disampaikan dengan cara yang benar, baik dan langgeng. Jadi ini adalah satu contoh bahwa kekuatan ide luar biasa," ujar Anies Baswedan, Calon Gubernur DKI Jakarta, beberapa waktu lalu.

"Dan mengingatkan kita semua, agar setiap orang memiliki hak dan kesempatan yang sama," ujarnya menambahkan. (rah/rah)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER