Paul Williams, peneliti dari Universitas Reading di Inggris meminta para penumpang pesawat untuk lebih membiasakan diri menghadapi turbulensi. Pasalnya, belum lama ini ia menemukan bahwa pemanasan global yang menyebabkan perubahan iklim bisa memicu turbulensi yang membuat suatu penerbangan lebih mendebarkan.
Menurut Williams, dalam setengah abad terakhir telah terjadi peningkatan frekuensi turbulensi udara. Terutama di wilayah udara Eropa dan Amerika Utara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Semakin kuat dorongan pesawat yang dihasilkan oleh mesin jet, hal tersebut akan semakin mempermudah terjadinya turbulensi. Goncangan udara yang menerpa pesawat secara tidak beraturan tersebut bukan tidak mungkin mencederai penumpang pesawat.
"Turbulensi di pesawat tidak akan mengakibatkan cedera bagi penumpang. Oleh karena itu Anda tidak perlu gelisah atau panik dan ikuti instruksi awak pesawat," kata William.
Jika dalam kondisi panik dan tidak bisa menjalankan instruksi awak pesawat tersebut, William menyebut potensi seseorang cedera di tengah turbulensi meningkat jadi 149 persen. (ard)