Menelaah Batik yang Dikenakan Ahok Selama Persidangan

Elise Dwi Ratnasari, CNN Indonesia | Rabu, 10/05/2017 12:46 WIB
Menelaah Batik yang Dikenakan Ahok Selama Persidangan Selama menjalani sidang, Basuki Tjahaya Purnama atau Ahok konsisten kenakan kemeja batik Indonesia, yang merupakan gabungan batik berbagai daerah. (Foto: AFP PHOTO / POOL / Bagus INDAHONO)
Jakarta, CNN Indonesia -- Batik semakin populer tatkala dinobatkan UNESCO sebagai warisan budaya tak benda dari Indonesia pada 2009 silam. Teknik aplikasi malam atau lilin dengan canting ini melahirkan berbagai motif dalam batik.

Awalnya busana bermotif batik dianggap hanya dipakai orang tua saja. Namun, pada perkembangannya, batik dikenakan berbagai kalangan.

Batik nampaknya juga menjadi busana andalan Basuki Tjahaja Purnama atau akrab disapa Ahok. Ia selalu mengenakan kemeja batik saat menjalani sidang kasus dugaan penodaan agama.

Menurut perancang busana, Ruddy Walakandou, Ahok mengenakan kemeja batik dengan motif dan warna yang sudah mengalami perkembangan atau bisa disebut batik Indonesia.


"Secara overall, batik-batik yang dia kenakan itu sebenarnya sudah perkembangan dari batik-batik dari Yogyakarta, Solo, Pekalongan. Itu sudah gabungan dari bermacam-macam daerah di Jawa. Itu yang sekarang yang dibilang batik Indonesia," jelas Ruddy saat dihubungi CNNIndonesia.com pada Rabu (10/5).

Batik Indonesia dapat dilihat dari warna maupun motif. Dari sisi warna, lanjut Ruddy, ada motif-motif yang seharusnya tidak menggunakan warna cerah, tapi pada batik Indonesia menggunakan warna cerah.

Misal kemeja Ahok pada sidang vonis kemarin (9/4). Motif parang diaplikasi dalam malam warna biru atau delft blue, seperti warna biru pada porselen zaman Belanda.

"Originalnya, motif parang kan dari Jogja. Dulu tidak ada warna seperti itu. Originalnya warna sogan, warna kecoklatan, kunyit tua, coklat, warna gelap," tambahnya.

Dari segi motif, perpaduan motif dari berbagai daerah dapat terlihat pada batik Indonesia. Misal, kata Ruddy, latar belakang mengambil motif batik Jogja, dan kemudian ditimpa dengan motif batik Pekalongan.

Pesan di Balik Kemeja Ahok

Kendati tak pernah membeberkan secara rinci maksud dan tujuan ia berpakaian, tapi jika ditelusur apa yang dikenakan Ahok secara tidak langsung mengandung suatu pesan. Pada sidang vonis pada Rabu (9/4) lalu, ia mengenakan kemeja motif batik parang dan bunga berwarna biru.

Ruddy mengatakan motif parang biasa dipakai untuk anggota keluarga kerajaan. Motif parang adalah simbol dari wibawa dan kekuatan. Selain itu, terdapat motif bunga yang sebenarnya diistilahkan dengan "buketan", atau buket bunga. Ada dua versi, versi China peranakan dan versi pengaruh dari Belanda. Pada kemeja Ahok, ada pengaruh dari Belanda karena bunga berlatar polos. Ini memberi kesan sederhana.

"Warna biru pengaruh juga dari Belanda. Itu mencerminkan simbol damai. Jadi yang dia pakai kesannya damai, menenangkan," ucap Ruddy.

Selain kemeja batik biru ini, Ruddy juga melihat kemeja bermotif Semar juga menonjol dibanding kemeja batik Ahok yang lain. Semar adalah salah satu tokoh dalam pewayangan sekaligus anggota Punakawan selain Gareng, Petruk dan Bagong. Semar digambarkan sebagai figur yang bijksana dan dihormati para tokoh pewayangan lain.

"Semar ini karakter yang sangat dihormati dari cerita pewayangan Jawa. Dia tokoh yang paling bijak. Ini sangat mencerminkan figur Pak Ahok dengan memakai batik ini. Background-nya putih, itu juga benar-benar simbolik dan menjadi yang paling stand out," katanya.