Tips Fesyen

Delapan Tips Memilih Hijab Untuk Wajah Bulat

Syanne Susita, CNN Indonesia | Senin, 15/05/2017 19:30 WIB
Delapan Tips Memilih Hijab Untuk Wajah Bulat Illustrasi hijab bagi wanita berwajah bulat. Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino
Jakarta, CNN Indonesia -- Menurut ajaran Islam, manfaat utama menggunakan hijab adalah untuk menutup aurat.

Hijab tidak hanya digunakan untuk menutup bagian rambut dan sekitar leher, tetapi juga menutup lekuk tubuh yang dianggap dapat merangsang. Ini termasuk menutup bagian sekitar dada.

Dalam memilih model hijab atau kerudung, selalu perhatikan bentuk wajah agar penampilan terlihat modis dan menarik.


Tekstur bahan, desain serta warna hijab dapat mempengaruhi keseluruhan impresi wajah.

Wajah terlihat semakin bulat dan tembam jelas membuat kurang rasa percaya diri saat bersosialisasi.

Dengan perkembangan fesyen muslim yang cepat, pilihan hijab sebagai alternatif pun semakin bervariasi dan kreatif. Mulai dari model paling sederhana hingga yang mewah untuk dikenakan saat menghadiri pesta.

Ada beberapa aspek wajah yang harus dipahami sebelum berburu hijab yang cocok, yaitu bentuk wajah, bentuk tubuh dan juga warna kulit.

Dengan memahami ketiga aspek, mencari model hijab serta pemilihan warna pun akan lebih mudah.

Berikut ada beberapa panduan saat Anda mencari jenis hijab yang membantu wajah tidak terlihat semakin bulat dan pipi terlihat tembam.

Gunakan Dalaman
Cara paling mudah teknik fesyen yang bertujuannya menyamarkan adalah membuat bayangan. Dalam berkerudung, bayangan bisa diciptakan dengan menggunakan dalaman sebelum hijab luar.

Pilih dalaman kerudung dengan warna netral untuk memberi kesan tipis atau tirus.

Modifikasi hijab dengan memadupadankan dua lapisan kain sebagai dalaman dan kerudung luar dengan dua warna kontras juga membantu menyamarkan kesan tembam.

Mencari ciput penutup berlidah
Pemilihan penutup keseluruhan rambut (ciput) sangatlah penting untuk menghindari wajah tampak semakin lebar.

Sebelum memilih model ciput, sebaiknya perhatikan ukuran yang pas dengan wajah.

Bagi pemilik wajah bulat, pilihlah model ciput yang ada lidah di bagian atas (model seperti topi) untuk menambah garis pada wajah.

Atau bisa juga mencoba ciput Arab yang memiliki model berbeda di bagian depan dan belakang sehingga ciput jenis ini bisa dikenakan menyilang dan asimetris di bagian dahi.

Pilih ciput berwarna gelap untuk memperkuat garis wajah serta memberi efek tirus 

Hindari ciput model ninja yang memang praktis dalam pemakaian karena kadang sudah ada ritsleting di belakang dan juga nyaman saat dipakai.

Model yang longgar di bagian leher dan penutup panjang hingga melebihi pundak, wajah akan terlihat semakin bulat.

Mencari bahan tipis
Dari segi bahan, untuk ciput atau lapisan pertama kerudung, pilih bahan yang ringan seperti bahan katun, kaos atau sutra tipis agar cepat menyerap keringat dan juga nyaman dipakai.

Hindari bahan dari spandeks karena itu akan membuat wajah tampak lebar. Tetapi, pilihlah kain ukuran lebar sehingga mudah dibentuk sesuai keinginan.

Sedangkan untuk lapisan kedua, justru sebaliknya. Pilihlah bahan kerudung yang sedikit agak bervolume agar mudah ditata dan ‘tidak lari’ saat kita beraktivitas.

Bagi yang ingin menggunakan hijab pashima, perhatikan juga muatan aktivitas karena bahan pashima yang biasanya agak tebal cenderung membuat panas.

Walau bisa menyerap keringat, panas sangat menggangu kenyamanan menggunakan hijab selama seharian di luar beraktivitas.

Tulang Pipi Sebagai Patokan
Jika ingin membuat efek wajah terlihat lonjong, atur kerudung yang dikenakan hingga melewati tulang pipi.

Hindari model hijab yang melingkari bentuk kepala karena itu akan semakin membuat wajah terlihat lebih bulat dan pipi tembam mencelat keluar.
Delapan Tips Memilih Hijab Untuk Wajah BulatFoto: CNN Indonesia/Astari Kusumawardhani

Cerdas pilih motif
Jika bosan dengan hijab polos dan ingin menggunakan hijab bermotif, pilihlah motif yang simetris atau pola besar tetapi ada ruang kosong sehingga tidak terlalu ramai.

Pola simetris dapat menciptakan kesan berbayang di bagian leher dan kedua sisi wajah.

Sedangkan pola besar bisa diatur sehingga posisi motif besar berada di bagian belakang dan kain polos diletakkan di bagian atas kepala sebagai penutup dahi.

Hindari jepit di bawah dagu
Saat menggunakan hijab yang ditata sesuai keinginan sendiri, cobalah untuk tidak menjepit ujung kiri dan kanan hijab yang menutupi wajah di bawah dagu.

Karena bagi mereka yang memiliki leher berlapis, fokus akan semakin tertuju pada bagian leher.

Aturlah agar peniti untuk mematok kerudung berada di posisi ujung rahang. Setelah itu,, tambahkan kain kerudung kedua untuk memanipulasi sebagai lapisan luar hijab sehingga posisi jalinan dua ujung dan peniti tidak terlihat.

Perhatikan posisi hijab
Tips hijab lainnya untuk bisa ‘mengakali’ bentuk wajah adalah dengan memajukan kerudung di bagian pipi sehingga sepertiganya tertutup kerudung. Lebar wajah pun diminimalisir sehingga pipi terkesan lebih tirus.

Menambahkan detail untuk hijab pesta
Untuk ke pesta, selain memperhatikan beberapa tips di atas, ada beberapa tambahan tips agar hijab yang bisa diaplikasi untuk tidak hanya menghindari wajah terlihat bulat, tetapi penampilan lebih menarik.

Jika memiliki rambut panjang, jangan lupa menggulung dan mengikat rambut hingga ke bagian atas. Ikatan rambut atau sanggul seperti itu juga membantu wajah terlihat lebih lonjong.

Sebelum menggunakan lapisan kedua kerudung, pilihlah ciput berwarna gelap atau setidaknya mendekati warna netral kulit dengan bahan katun atau kaos agar keringat bisa terserap. Pilihlah ciput yang modelnya sedikit mengecil di bagian leher.

Sedangkan untuk lapisan kedua kerudung, jangan takut untuk memilih bahan brokat, berpayet atau glitter sebagai detail.

Paling yang harus diperhatikan adalah warna bahan lapisan kedua ini harus menunjang warna kulit dan juga serasi dengan warna ciput.

Yang paling aman dan memang jadi favorit pilihan warna perak dan emas karena selain memang terlihat berkilat dan mewah, warna ini sebenarnya warna netral untuk berbagai warna kulit. Entah itu kuning langsat atau sawo matang.