Kala Celana Cingkrang Menginvasi Fesyen Pria AS dan Korea

Christina Andhika Setyanti, CNN Indonesia | Kamis, 18/05/2017 18:12 WIB
Di dunia fesyen, celana cingkrang atau celana ngatung juga dikenal sebagai celana high water. Celana ini sudah dikenal sejak 1850-an. Di dunia fesyen, celana cingkrang dianggap sebagai tren kekinian. (Thinkstock/Halfpoint)
Jakarta, CNN Indonesia -- Celana cingkrang, celana cropped, atau pun celana ngatung saat ini memang masih jadi tren di kalangan pria dan wanita masa kini. Celana ngatung dalam bahasa mode dikenal sebagai high water pants

Celana ngatung atau high water pants ini sebenarnya sudah dikenal sejak 1850-an. Celana ini terinspirasi dari celana yang dipakai anak laki-laki yang tumbuh tinggi namun celana panjangnya terlalu pendek untuk mereka pakai. 

Sekilas celana ini juga terlihat mirip dengan celana cropped atau celana capri yang sama-sama punya potongan di atas mata kaki. Namun celana high water atau celana ngatung ini dianggap sebagai sebuah kesalahan berbusana (fashion faux) dan dikaitkan dengan orang-orang yang tidak bisa berbusana baik oleh About.com Men’s Fashion. 


Mengutip berbagai sumber, dalam dunia fesyen, high water pants atau celana ngatung ini mulai diperkenalkan di tahun 2004 lalu. Desainer Thom Browne memperkenalkan untuk musim panas. 

Browne mengungkapkan celana ngantung yang berpotongan langsung di atas mata kaki ini memperlihatkan sedikit bagian kaki. 

“Terkadang Anda melihat pria dengan celana panjangnya. Anda berpikir siapa penjahitnya, karena potongan mereka terlalu panjang,” katanya kepada The Wall Street Journal. 

“Saya mencoba untuk bermain dengan itu dan melakukan hal yang sebaliknya.”

Dia mengungkapkan bahwa panjang celana yang paling tepat adalah tepat di atas sepatu, tanpa ada jarak. 

Namun dalam perkembangannya, celana high water Browne ini justru punya jarak yang makin tinggi antara sepatu dengan celana. Bagian kaki pun makin banyak terekspos.

Hal ini terjadi karena banyak pria merasa lebih nyaman mengenakannya. Mereka bisa memakai dan memperlihatkan sepatu bagus yang mereka pakai sehingga terlihat lebih cool alias keren. 

Celana high water atau celana ngatung ini  juga dikenal sebagai flood pants atau flooders. Nama ini datang karena celananya dianggap ‘aman’ dan tak basah saat terjadi banjir. 

Celana cingkrang, celana ngatung, atau celana high water ini akhirnya menjadi sebuah fenomena mode tersendiri. Celana model ini juga merambah ke Asia, termasuk Hong Kong, China, Korea, dan Indonesia. 


Setiap negara memiliki ikon fesyennya masing-masing untuk memopulerkan celana ngatung. Salah satu yang paling terkenal adalah Michael Jackson. Dia terkenal sebagai orang yang juga memperkenalkan celana ngatung. 

Di Hong Kong, ikon fesyen Edison Chen yang punya banyak penggemar juga termasuk orang yang memperkenalkan celana ngatung. Dalam beberapa acara televisi, sang guru fesyen ini mengajari warga Taiwan dan Hong Kong untuk jadi lebih fashionable. Dia mengajarkan tentang roll up, menggulung celana panjang agar jadi sedikit lebih pendek. Setelah itu, pemuda di China pun mulai meniru gaya busana Edison Chen. 

Namun celana cingkrang atau ngatung ini mulai banyak berkembang di Indonesia saat melihat tren mode Amerika dan khususnya Korea mengarah ke celana di atas mata kaki. 

Sejak boomingnya K-Drama di Indonesia, selebriti tampan Korea banyak memakai celana kain dengan potongan cingkrang atau ngatung. Mereka memadukannya dengan sepatu kulit bertali tanpa kaus kaki. 

Mereka memadukan celana cingkrang dengan tambahan kemeja putih dan juga jas formal. Mereka biasanya menggunakan gaya busana ini sebagai sebuah gaya busana formal. Hanya saja, gaya formal ini juga masih terlihat santai, rapi, dan juga cool

Sedangkan selebriti perempuannya juga terlihat memopulerkan celana cingkrang dengan model lipatan di atas mata kaki. 

Selain mengikuti perkembangan mode, celana cingkrang ini banyak disukai karena dianggap bisa membuat kaki terlihat lebih panjang dan pergelangan kaki terlihat cantik. 


REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK