Larangan Menikah bagi Karyawan Sekantor Bisa Dirundingkan

Gloria Safira Taylor , CNN Indonesia | Jumat, 19/05/2017 22:00 WIB
Larangan Menikah bagi Karyawan Sekantor Bisa Dirundingkan
Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah karyawan swasta baru-baru ini mempermasalahkan ketentuan Pasal 153 ayat 1 huruf f UU Ketenagakerjaan ke Mahkamah Konstitusi. Alasannya, aturan itu yang kemudian ditindaklanjuti perusahaan melarang sesama karyawan menikah di satu kantor.

Karyawan tersebut menilai mereka berpotensi kehilangan pekerjaan akibat penikahan sesama pegawai dalam satu perusahaan bila diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja sama.

Menanggapi hal ini, Kiara Kwan, salah seorang kepala sumber daya manusia perusahaan swasta di Jakarta menilai, aturan tersebut sebenarnya masih dapat dirundingkan. Meskipun, biasanya dia akan mengizinkan jika yang menikah tersebut berbeda departemen penugasan dalam perusahaannya.

“Dulu pernah ada yang mengalami hal itu, tetapi karena satu berada di bagian marketing dan satunya sekretaris. Namun, hal itu tetap harus dirundingkan dengan bagian HRD,” ujarnya kepada CNNIndonesia.com, Jumat (19/5).

Namun, Kiara sendiri mengaku, dirinya tidak mendukung jika ada pasangan di kantor yang menikah. Hal itu karena dapat mengganggu profesionalitas seseorang dengan membawa persoalan rumah tangga dalam pekerjaan.

“Saya pribadi tidak suka kalau ada hubungan pribadi di kantor. Kalau lagi mesra mungkin senang, tapi kalau lagi bertengkar dijamin akan mengganggu kinerja karyawan. Sebaiknya, kalau ada yang mau menikah salah satu resign dan harus dibicarakan juga supaya dapat dirundingkan kembali dengan direksi,” tuturnya.

Soal kapan harus memberitahukan keinginan itu, Kiara mengatakan, setiap perusahaan memiliki kebijakan masing-masing. Menurut dia, informasi itu harus diberitahukan ketika rencana pernikahan sudah ada dan dapat dirundingkan dengan perusahaan.

Meski demikian, Kiara mengatakan, tidak ada salahnya bagi karyawan untuk menanyakan masa depan mereka kepada HRD perusahaan sebelum melangsungkan pernikahan.

ika beruntung, mungkin mereka akan merekomendasikan salah satu dari pasangan itu untuk pindah ke anak perusahaan lainnya atau merekomendasikan perusahaan lain.