Bali Diminta Tak Hanya Asyik Bangun Pariwisata Bagian Selatan

Gentur Putro Jati, CNN Indonesia | Sabtu, 27/05/2017 11:06 WIB
Bali Diminta Tak Hanya Asyik Bangun Pariwisata Bagian Selatan Kualitas turis asing yang berlibur ke Bali juga turun, terlihat dari waktu menginap yang berkurang dari 2,93 hari di 2015 jadi 3,08 hari tahun lalu. (ANTARA FOTO/Fikri Yusuf)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Bali diminta untuk tidak hanya fokus membangun sarana dan prasarana pariwisata di bagian Selatan pulau Dewata.

Menurut riset yang dilakukan Bank Indonesia (BI), pemerintah terlalu asyik membangun pariwisata Bali bagian Selatan. Hal tersebut dinilai bank sentral justru akan menjadi penghambat pemerataan industri pariwisata di Bali.

"Pengembangan wisata di Bali masih terkonsentrasi di Bali Selatan. Hal itu menimbulkan masalah kemacetan dan sampah serta keterbatasan kapasitas tampung hotel," kata Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Azka Subhan dikutip dari Antara, Rabu (24/5).


Azka juga mengkritisi belum adanya konsep secara holistik dan terintegrasi dalam pengembangan pariwisata di Bali. Ia menilai sinergi antara pelaku usaha pariwisata dengan pemerintah masih sangat minim.

BI juga melihat adanya penurunan kualitas turis asing yang berlibur di Bali. Hal tersebut bisa dilihat dari data lama waktu tinggal warga negara asing tersebut dari rata-rata 3,08 hari pada 2015 menjadi 2,93 hari tahun lalu.

"Begitu juga dengan tingkat pengeluaran walaupun turun tipis namun perlu diantisipasi yakni US$143,45 per wisatawan per hari sepanjang 2016. Sementara tahun sebelumnya US$143,92," tegasnya.

Azka menyarankan agar pemerintah memperhatikan hal tersebut, mengingat pertumbuhan ekonomi Bali yang diperkirakan tahun ini bisa mencapai 6,1 - 6,5 persen sangat pengandalkan bisnis restoran, pariwisata, dan transportasi.