Menurut riset yang dilakukan Bank Indonesia (BI), pemerintah terlalu asyik membangun pariwisata Bali bagian Selatan. Hal tersebut dinilai bank sentral justru akan menjadi penghambat pemerataan industri pariwisata di Bali.
"Pengembangan wisata di Bali masih terkonsentrasi di Bali Selatan. Hal itu menimbulkan masalah kemacetan dan sampah serta keterbatasan kapasitas tampung hotel," kata Kepala Divisi Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI Azka Subhan dikutip dari Antara, Rabu (24/5).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu juga dengan tingkat pengeluaran walaupun turun tipis namun perlu diantisipasi yakni US$143,45 per wisatawan per hari sepanjang 2016. Sementara tahun sebelumnya US$143,92," tegasnya.
Azka menyarankan agar pemerintah memperhatikan hal tersebut, mengingat pertumbuhan ekonomi Bali yang diperkirakan tahun ini bisa mencapai 6,1 - 6,5 persen sangat pengandalkan bisnis restoran, pariwisata, dan transportasi. (gen)