Trik Padu Padan Aksesoris dengan Pakaian Bermotif Ramai
CNN Indonesia
Sabtu, 27 Mei 2017 10:40 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Memadukan pakaian bermotif dengan aksesoris semisal kalung kadang jadi 'pekerjaan rumah' tersendiri. Kalung kadang tenggelam dengan motif pakaian. Kadang pula tampilan terkesan berlebihan karena motif yang sudah 'ramai' bertambah 'ramai' akibat kalung yang dikenakan. Padahal, kita masih ingin mengenakan kalung tersebut.
Desainer Samuel Wattimena punya trik agar anda tetap bisa mengenakan aksesoris favorit tanpa membuat tampilan berlebihan. Desainer yang konsisten di jalur etnik ini memberikan bocorannya berikut ini.
'Tarik' Kalung ke Zona Tersendiri
Samuel berkata kalung dengan bandul berlian tanpa akses apapun tak akan jadi masalah. Ia tetap akan 'outstanding' di antara motif pakaian yang ramai. Namun jika terdapat sentuhan lain di sekitar berlian, maka 'tarik' kalung ke zona tersendiri. Ia menyarankan, kalung jatuh pada kulit, menjauh dari motif ramai dan menjadi perhatian di daerah sekitar kalung.
"Begitu dipakai di atas skin, mau seramai apapun it's gonna be fine. Karena dia ditarik ke zona tersendiri," kata Samuel saat ditemui usai acara peluncuran koleksi perhiasannya di Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/5).
Samuel menjelaskan lebih lanjut jika kalung yang dipilih sebaiknya kalung dengan tali pendek agar ia tidak tumpang tindih dengan pakaian. Kalung panjang hanya akan tenggelam di antara motif.
Pindahkan ke Cincin
Jika model pakaian tertutup atau tak ada celah di leher untuk kalung pendek, Samuel menyarankan untuk tidak memakai apapun di leher. Keputusan yang bisa diambil adalah memindahkannya ke cincin.
"Dicari hal yang diluar kalung. Jadi antara si motif dan si perhiasan dia nggak conflicting, dia dicarikan zona sendiri,"ujarnya.
Cincin, menurutnya, adalah salah satu trik agar perhatian orang tidak terfokus pada postur tubuh. Fokus orang akan teralihkan ke cincin saat menulis atau berbicara dengan gerakan tangan tentunya. Dari sini, orang lain dengan sendirinya akan melihat pada cincin yang dikenakan.
Kuncinya "Keep in Balance"
Penggunaan baju bermotif ramai bisa disiasati dengan sesuatu yang kontra. Samuel mencontohkan, jika baju bermotif bunga-bunga, pilihan aksesoris berbentuk geometris bisa diaplikasikan.
"Jadi jangan ambil yang bentuknya bunga juga. Nanti dia akan blend in, esensinya akan hilang. Intinya, kuncinya, keep in balance," kata Samuel.
Ia menambahkan, sesuatu yang kontras juga diperlukan untuk menyeimbangkan siluet tubuh. Orang bertubuh gemuk umumnya menghasilkan garis horisontal, sehingga ia perlu menyeimbangkannya dengan sesuatu berbentuk vertikal. Samuel mencontohkan penggunaan scarf, motif vertikal pada pakaian atau warna kancing yang kontras dengan warna baju juga bisa menghasilkan garis vertikal.
Pilihan Kalung yang Tepat
Selain trik-trik di atas, pemilihan model kalung yang tepat juga bisa menambah daya tarik. Perempuan dengan payudara besar lebih diuntungkan dengan penggunaan kalung panjang. Sebaliknya, perempuan dengan payudara kecil, akan lebih bagus jika menggunakan kalung choker.
"Choker menguntungkan buat yang dadanya kecil karena fokus tidak ditarik ke area tersebut," ucapnya. (sys/sys) Add
as a preferred
source on Google
Desainer Samuel Wattimena punya trik agar anda tetap bisa mengenakan aksesoris favorit tanpa membuat tampilan berlebihan. Desainer yang konsisten di jalur etnik ini memberikan bocorannya berikut ini.
'Tarik' Kalung ke Zona Tersendiri
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Begitu dipakai di atas skin, mau seramai apapun it's gonna be fine. Karena dia ditarik ke zona tersendiri," kata Samuel saat ditemui usai acara peluncuran koleksi perhiasannya di Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (16/5).
Samuel menjelaskan lebih lanjut jika kalung yang dipilih sebaiknya kalung dengan tali pendek agar ia tidak tumpang tindih dengan pakaian. Kalung panjang hanya akan tenggelam di antara motif.
Pindahkan ke Cincin
Jika model pakaian tertutup atau tak ada celah di leher untuk kalung pendek, Samuel menyarankan untuk tidak memakai apapun di leher. Keputusan yang bisa diambil adalah memindahkannya ke cincin.
Foto: Dok. World of Diamonds |
"Dicari hal yang diluar kalung. Jadi antara si motif dan si perhiasan dia nggak conflicting, dia dicarikan zona sendiri,"ujarnya.
Cincin, menurutnya, adalah salah satu trik agar perhatian orang tidak terfokus pada postur tubuh. Fokus orang akan teralihkan ke cincin saat menulis atau berbicara dengan gerakan tangan tentunya. Dari sini, orang lain dengan sendirinya akan melihat pada cincin yang dikenakan.
Kuncinya "Keep in Balance"
Penggunaan baju bermotif ramai bisa disiasati dengan sesuatu yang kontra. Samuel mencontohkan, jika baju bermotif bunga-bunga, pilihan aksesoris berbentuk geometris bisa diaplikasikan.
"Jadi jangan ambil yang bentuknya bunga juga. Nanti dia akan blend in, esensinya akan hilang. Intinya, kuncinya, keep in balance," kata Samuel.
Ia menambahkan, sesuatu yang kontras juga diperlukan untuk menyeimbangkan siluet tubuh. Orang bertubuh gemuk umumnya menghasilkan garis horisontal, sehingga ia perlu menyeimbangkannya dengan sesuatu berbentuk vertikal. Samuel mencontohkan penggunaan scarf, motif vertikal pada pakaian atau warna kancing yang kontras dengan warna baju juga bisa menghasilkan garis vertikal.
Pilihan Kalung yang Tepat
Selain trik-trik di atas, pemilihan model kalung yang tepat juga bisa menambah daya tarik. Perempuan dengan payudara besar lebih diuntungkan dengan penggunaan kalung panjang. Sebaliknya, perempuan dengan payudara kecil, akan lebih bagus jika menggunakan kalung choker.
"Choker menguntungkan buat yang dadanya kecil karena fokus tidak ditarik ke area tersebut," ucapnya. (sys/sys) Add
as a preferred source on Google
Foto: Dok. World of Diamonds