Cerita di Balik Fenomena 'Ratu Instagram' Cannes 2017

CNN Indonesia | Sabtu, 27/05/2017 09:39 WIB
Tak lagi hanya selebriti papan atas Hollywood, Cannes tahun ini juga turut diramaikan oleh fenomena baru, yakni para supermodel dan 'influencer' Instagram. Tak lagi hanya selebriti papan atas Hollywood, Cannes tahun ini juga turut diramaikan oleh fenomena baru, yakni para supermodel dan 'influencer' Instagram. (Foto: AFP PHOTO / LOIC VENANCE)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sebagai salah satu gelaran festival film bergengsi dunia, Cannes selalu identik dengan selebriti papan atas Hollywood. Tapi, tidak tahun ini.

Karpet merah festival film yang berlangsung di Perancis itu juga diramaikan oleh para supermodel dan 'influencer' yang memiliki banyak follower atau pengikut di Instagram. Sebuah fenomena baru yang menarik untuk dikulik lebih jauh.

Salah satu selebgram itu di antaranya Maja Malnar yang punya pengikut sekitar 264.000 di akunnya. Setahun lalu, ia mulai membagi postingan akan busana yang ia kenakan setiap hari pada aplikasi yang mengandalkan gambar itu dan aktivitas travelingnya. Begitu industri bertumbuh dan 'marketing ala influencer' juga meningkat tajam, ia kemudian turut menuai untung.


"Ini bisnis yang bagus, saya tak bisa komplain," ujarnya, seperti dilansir AFP, pada Jumat (26/5), 

Tak jauh beda dengan Malnar, Lorna Andrews juga demikian. Mantan pramugari asal Inggris ini punya pengikut hingga 464.000 di Instagram.

Para influencer berjalan di karpet merah mengenakan busana atau perhiasan dari label tertentu. Ketika diabadikan paparazzi dan fotografer, mereka pun juga turut kena sorotan.

Pengaruh selebgram 

Sekitar 18 bulan lalu, Edouard Hausseguy, menyadari potensi bisnis dari orang-orang yang fotonya, atau video tutorial memiliki pengikut online terbanyak ini. Ia mendirikan agensi Hemblem yang mewakil siapapun yang punya pengikut setidaknya 30.000 ke atas, dan bernegosiasi dengan label untuk perhitungan kerjasama.

"Mereka seperti orang biasa, bedanya mereka berpengaruh dengan satu gambar yang mereka bagikan," ujarnya pada AFP. 

Untuk festival Cannes, Hemblem menyewa kamar hotel buat para selebgram ini yang membagi aksi glamor mereka dan postingan di akun masing-masing, apakah untuk mempromosikan label atau aksi amal untuk anak Suriah.

Thomas Elliot, co-founder agensi menambahkan selebgram memiliki pengaruh yang cukup besar saat ini. Setiap orang mendapatkan bayaran per satu postingan, tergantung jumlah pengikut.

Joe Gagliese, co-founder Viral Nation, agensi asal Kanada menyebutkan harga satu postingan bisa saja mencapai US$100,000 jika memiliki setidaknya lima juta pengikut.

Cerita di Balik Fenomena 'Ratu Instagram' Cannes 2017 Emily Ratajkowksi (Foto: AFP PHOTO / ALBERTO PIZZOLI)
Seperti Bella Hadid

Di luar dua selebgram itu, supermodel Bella Hadid dan Emily Ratajkowksi dengan pengikut hingga 13 juta orang, bisa jadi dinobatkan sebagai 'ratu instagram' Cannes.

Hadid misalnya kerap membagi postingan saat berjalan di karpet merah. Entah ia mengenakan riasan wajah Dior atau perhiasan Bulgari.

Namun, persoalannya, realitas tidaklah seglamor yang ditampilkan para ratu instagram tersebut.

Sejumlah pakar kesehatan jiwa mengkhawatirkan bahwa keseringan melihat postingan glamor hidup orang lain justru menjadi pemicu akan kegelisahan dan depresi karena sifat 'membandingkan dan putus asa' ingin seperti mereka.

Sejumlah komentar positif kerap muncul di postingan, akan tetapi ada juga yang tak sungkan mengungkapkan kecemburuannya.

Di bawah postingan video Hadid saat mengenakan busana Roberto Cavalli, misalnya, ada yang berujar, "Ah, andaikan saja bisa jadi dia satu hari saja?"
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK