Buka Puasa ala Warga Pendatang di Bali

Andry Novelino, CNN Indonesia | Minggu, 04/06/2017 06:00 WIB

Jakarta, CNN Indonesia -- Pasar di daerah Gelogor Carik, Denpasar Selatan selalu ramai dengan beragam makanan mulai dari bubur kacang hijau, kolak, gorengan, hingga lauk pauk.

Salah satu tempat jajanan berbuka puasa yang cukup ramai di Bali berada di daerah Gelogor Carik, Denpasar Selatan. Di sini terdapat aneka menu berbuka puasa dari yang melepas dahaga hingga gorengan pun ada. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Di Gelogor Carik, Denpasar Selatan ini, suasana menjelang waktu buka puasa makin ramai oleh para penjaja panganan khas buka puasa, mulai dari bubur kacang hijau, kolak, gorengan, hingga lauk pauk. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Sejumlah penjual makanan menata jajanannya semenarik mungkin, bahkan ada yang disesuaikan menurut warnanya yang mencolok mata. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Tak jauh dari sana, musola Nurul Iman tampak ramai didatangi penduduk. Bukan sekadar diramaikan orang yang sengaja menunggu waktu berbuka, tapi itu turut menjadi satu tradisi yang ternyata memang selalu dilakukan warga sekitar musola. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Warga desa Gelogor Carik secara bergilir menyerahkan menu berbuka untuk para musafir ataupun orang tua di sekitar sana. Mayoritas warga yang menyambangi musola Nurul Iman berasal dari Pekalongan, Jawa Tengah. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Di tengah mayoritas masyarakat Bali yang menganut agama Hindu, beberapa daerah di pulau Dewata ini turut bermukim umat muslim. Kendati demikian, suasana saat bulan Ramadan seperti sekarang ini terasa berbeda. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Seorang anak yang sedang menikmati minuman berbuka puasa di salah satu musola kampung Jawa, Bali. Musola Nurul Iman selalu diramaikan orang yang sengaja menunggu waktu berbuka. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Menghabiskan waktu untuk berbuka bersama, lalu dilanjutkan dengan salat berjamaah telah menjadi tradisi yang berlangsung di musola Nurul Iman. (CNN Indonesia/Andry Novelino)