Laporan dari London

Rendang, 'Duta Besar' Kuliner Ramadan Indonesia di London

Aghnia Adzkia, CNN Indonesia | Minggu, 04/06/2017 19:08 WIB
Rendang, 'Duta Besar' Kuliner Ramadan Indonesia di London Rendang Padang jadi menu berbuka puasa bersama di Taman Males, London, pekan ini. (Thinkstock/ALLEKO)
London, CNN Indonesia -- Ratusan warga London menyantap panganan khas Indonesia, nasi rendang, dalam acara buka puasa bertajuk ‘Tenda Ramadan’ di Taman Males Street, London.

“Kami ingin mempromosikan masakan Indonesia,” kata seorang juru masak Norma Agustjik ketika ditemui dalam acara tersebut, pada hari Kamis malam (1/6) waktu setempat.

Di bawah tenda besar yang didirikan di tengah taman, peserta acara buka puasa gratis ini duduk dengan beralaskan karpet.


Warga yang berasal dari beragam negara dan lintas agama ini bersama-sama menikmati sajian kurma sebagai hidangan pembuka.

Selanjutnya, mereka menyantap nasi rendang bersama dengan telur balado. Sementara, peserta vegetarian, menikmati mie beserta telur.


Norma dibantu oleh tim juru masak Tenda Ramadan, yang terdiri dari lima warga Indonesia yang bermukim di London. Tim masak membutuhkan waktu dua hari untuk menyiapkan 300 porsi.

Rendang khas Sumatra Barat dimasak pada hari pertama sementara lauk lainnya dimasak hari ke-dua.

Buka Bersama, Ratusan Warga London Santap Nasi Rendang.Buka Bersama, Ratusan Warga London Santap Nasi Rendang. (Foto: CNN Indonesia/Aghnia Adzkia)

“Kami sengaja tidak tidur lagi setelah sahur karena menyiapkan ini,” ujar Norma.

Dia menambahkan, ia dan timnya merogoh kocek sendiri untuk menyiapkan panganan gratis ini. Mereka secara sukarela ingin berbagi dan menumbuhkan rasa persaudaraan antar sesama.

Hal yang sama dirasakan seorang warga Inggris yang sengaja datang untuk menyaksikan langsung acara Tenda Ramadan ini.

“Meski saya bukan Muslim, saya datang untuk merasakan suasana dan sambungan kekeluargaan. Agama Islam juga berdasar pada hal itu, jadi bagus kalau bisa datang dan menyaksikan langsung bagaimana mereka (berinteraksi),” kata Carrera Leteta.


Leteta yang mengaku telah beberapa kali ke Indonesia ini juga menyukai kuliner yang disajikan dalam acara Tenda Ramadan tersebut.

Mahasiswa Indonesia di London, Ayub, menyebut sangat menikmati acara buka puasa bersama itu karena dapat bertemu dengan muslim dari berbagai asal daerah di London.

“Ini menunjukkan kebersamaan orang di sini. Komunitas muslim di sini kan cenderung mengikuti asal (negara) mereka tapi dengan acara ini jadi bisa kumpul semua. Ini juga bisa jadi ajang partisipasinya komunitas muslim untuk membangun London dan Inggris Raya,” kata pelajar School of Oriental and African Studies (SOAS), Universitas London ini.

Tenda Ramadan yang telah diselenggarakan sejak tahun 2014 ini diprakarsai oleh mahasiswa kampus SOAS dan didukung komunitas Citizens UK.

Mereka mengundang sejumlah pihak untuk memberikan donasi baik dalam bentuk uang maupun makanan kepada para peserta buka puasa bersama. Acara ini berlangsung saban hari dengan menu yang berbeda di bulan Ramadan.